Juara Australia Open 2002, Ini Uang yang Dikantongi Rafael Nadal
Senin, 31 Januari 2022 - 17:03 WIB
Alhasil, Nadal pun sukses mencetak sejarah atas kemenangan yang diraih. Pasalnya, petenis asal Spanyol itu berhasil mengoleksi Grand Slam sebanyak 21.
Dia berhasil mengalahkan rivalnya yaitu, Roger Federer dan Novak Djokovic yang masing-masing memiliki 20 gelar Grand Slam. Perlu diketahui, kedua pemain tersebut absen di Australia Terbuka 2022 sehingga peluang mereka untuk menambah gelar bergengsi itu tertutup.
Namun terlepas dari itu, Nadal mengaku sempat berpikir kalau dirinya akan kalah dari Medvedev. Tepatnya ketika di set kelima yang mana poin antara dirinya dengan Medvedev sedang imbang 5-5.
Saat kondisi tersebut, petenis berusia 35 tahun itu berpikir dirinya akan mengulangi kekalahan yang dia dapat di Australia Terbuka tahun 2012 dan 2017 silam. Namun, Nadal mengatakan bahwa saat itu dia memiliki tekad yang besar untuk tidak menyerah.
“Setelah Medvedev mendapatkan break 5-5, saya berkata ‘sial’, sepertinya saya akan kalah sekali lagi seperti pada 2012 dan 2017,” kata Nadal, dikutip dari Tennis World USA, Senin (31/1/2022).
“Akan tetapi saya terus berjuang. Saya berpikir saya bisa kalah, dia bisa mengalahkan saya, namun saya tidak boleh menyerah. Bahkan jika saya hancur, saya tidak boleh menyerah,” pungkasnya.
Sekadar informasi tambahan, Nadal terakhir kali memenangkan Australia Terbuka 13 tahun lalu. Kini, dia menjadi salah satu favorit juara di ajang Roland Garros yang mana membuka peluang dia untuk mengoleksi Grand Slam ke-22 nya.
Dia berhasil mengalahkan rivalnya yaitu, Roger Federer dan Novak Djokovic yang masing-masing memiliki 20 gelar Grand Slam. Perlu diketahui, kedua pemain tersebut absen di Australia Terbuka 2022 sehingga peluang mereka untuk menambah gelar bergengsi itu tertutup.
Namun terlepas dari itu, Nadal mengaku sempat berpikir kalau dirinya akan kalah dari Medvedev. Tepatnya ketika di set kelima yang mana poin antara dirinya dengan Medvedev sedang imbang 5-5.
Saat kondisi tersebut, petenis berusia 35 tahun itu berpikir dirinya akan mengulangi kekalahan yang dia dapat di Australia Terbuka tahun 2012 dan 2017 silam. Namun, Nadal mengatakan bahwa saat itu dia memiliki tekad yang besar untuk tidak menyerah.
“Setelah Medvedev mendapatkan break 5-5, saya berkata ‘sial’, sepertinya saya akan kalah sekali lagi seperti pada 2012 dan 2017,” kata Nadal, dikutip dari Tennis World USA, Senin (31/1/2022).
“Akan tetapi saya terus berjuang. Saya berpikir saya bisa kalah, dia bisa mengalahkan saya, namun saya tidak boleh menyerah. Bahkan jika saya hancur, saya tidak boleh menyerah,” pungkasnya.
Sekadar informasi tambahan, Nadal terakhir kali memenangkan Australia Terbuka 13 tahun lalu. Kini, dia menjadi salah satu favorit juara di ajang Roland Garros yang mana membuka peluang dia untuk mengoleksi Grand Slam ke-22 nya.
(sha)
Lihat Juga :