Kocak, Jack Miller Ketakutan Tes PCR Covid-19 Jelang MotoGP Qatar 2022
Kamis, 03 Maret 2022 - 01:00 WIB
Qatar, yang akan menjadi tuan rumah pembukaan MotoGP 2022 akhir pekan ini, Minggu (6/3/2022), merupakan salah satu negara yang mewajibkan tes PCR. Negara Timur Tengah itu baru-baru ini mengumumkan bahwa tes PCR pra-penerbangan harus dilakukan selambat-lambatnya 48 jam sebelum keberangkatan.
Baca juga: MotoGP 2022, Joan Mir Janji Setia dengan Suzuki
Jika seorang pembalap (atau siapapun) mendapatkan hasil positif terpapar virus yang berasal dari Wuhan itu, maka mereka tentu tidak boleh masuk ke Qatar. Mereka menerima hasil nihil, bahkan sebelum balapan dimulai.
Jack Miller dan Lenovo Ducati sudah merasakan bagaimana menerima kejutan pra-penerbangan yang tidak menyenangkan. Hal itu terjadi ketika pembalap berusia 27 tahun itu batal terbang ke Italia dari Australia untuk menghadiri acara peluncuran tim Ducati 2022 karena dia mendapatkan hasil tes PCR positif.
Karena itu, Miller sedikit trauma dengan tes PCR. Menurutnya, tes tersebut cukup menakutkan bagi seorang pembalap. Pasalnya, akan tidak menyenangkan, jika harus absen dari balapan akibat hal tersebut. Namun, dia tetap mendukung protokol kesehatan itu dilakukan demi menjaga keamanan dan kesehatan semua orang yang ada di kejuaraan MotoGP.
Baca juga: MotoGP 2022, Joan Mir Janji Setia dengan Suzuki
Jika seorang pembalap (atau siapapun) mendapatkan hasil positif terpapar virus yang berasal dari Wuhan itu, maka mereka tentu tidak boleh masuk ke Qatar. Mereka menerima hasil nihil, bahkan sebelum balapan dimulai.
Jack Miller dan Lenovo Ducati sudah merasakan bagaimana menerima kejutan pra-penerbangan yang tidak menyenangkan. Hal itu terjadi ketika pembalap berusia 27 tahun itu batal terbang ke Italia dari Australia untuk menghadiri acara peluncuran tim Ducati 2022 karena dia mendapatkan hasil tes PCR positif.
Karena itu, Miller sedikit trauma dengan tes PCR. Menurutnya, tes tersebut cukup menakutkan bagi seorang pembalap. Pasalnya, akan tidak menyenangkan, jika harus absen dari balapan akibat hal tersebut. Namun, dia tetap mendukung protokol kesehatan itu dilakukan demi menjaga keamanan dan kesehatan semua orang yang ada di kejuaraan MotoGP.
Lihat Juga :