Bos Ferrari Berharap Carlos Sainz Tebus Kegagalan di Imola
Kamis, 14 April 2022 - 06:02 WIB
Mattia Binotto selaku bos dari tim Ferrari berharap Carlos Sainz bisa bangkit dan menebus kegagalan di Imola / Foto: Planetf1
MARANELLO - Mattia Binotto selaku bos dari tim Ferrari berharap Carlos Sainz bisa bangkit dan menebus kegagalan di Imola. Harapan itu muncul setelah pilot jet darat mereka gagal menyelesaikan balapan Formula 1 di GP Australia 2022 dengan tersingkir di lap pertama.
Pada balapan di GP Australia, Sainz sudah kesulitan sejak babak kualifikasi. Pembalap berusia 27 tahun itu pun hanya mampu memulai balapan dari urutan ke-9 setelah tampil kurang baik di kualifikasi babak ketiga (Q3).
Binotto merasa bahwa Sainz sedikit memaksakan diri di hari balapan setelah mendapatkan hasil tersebut. Hal itu dirasa membuat Sainz sedikit memaksakan dirinya dan harus tersingkir lebih dulu pada GP Australia.
BACA JUGA: Bahas Kontrak Baru dengan Aprilia, Aleix Espargaro: Saya Ingin Bertahan!
"Anda harus sempurna untuk mendapatkan hasil yang tepat, dia mengalami situasi yang sangat tidak menguntungkan di kualifikasi, dia gugup dan memulai jauh di belakang," ujar Mattia Binotto dilansir dari Tuttomotoriweb, Rabu (13/4/2022).
Meski begitu, Binotto merasa Sainz telah berjuang dengan keras menggunakan strategi yang dimiliki oleh Ferrari. Namun kesalahan yang dilakukan Sainz membuat dirinya dan Ferrari harus membayar mahal.
Pada balapan di GP Australia, Sainz sudah kesulitan sejak babak kualifikasi. Pembalap berusia 27 tahun itu pun hanya mampu memulai balapan dari urutan ke-9 setelah tampil kurang baik di kualifikasi babak ketiga (Q3).
Binotto merasa bahwa Sainz sedikit memaksakan diri di hari balapan setelah mendapatkan hasil tersebut. Hal itu dirasa membuat Sainz sedikit memaksakan dirinya dan harus tersingkir lebih dulu pada GP Australia.
BACA JUGA: Bahas Kontrak Baru dengan Aprilia, Aleix Espargaro: Saya Ingin Bertahan!
"Anda harus sempurna untuk mendapatkan hasil yang tepat, dia mengalami situasi yang sangat tidak menguntungkan di kualifikasi, dia gugup dan memulai jauh di belakang," ujar Mattia Binotto dilansir dari Tuttomotoriweb, Rabu (13/4/2022).
Meski begitu, Binotto merasa Sainz telah berjuang dengan keras menggunakan strategi yang dimiliki oleh Ferrari. Namun kesalahan yang dilakukan Sainz membuat dirinya dan Ferrari harus membayar mahal.
Lihat Juga :