Jelang Bergulirnya Liga 1, Klub Minta Jaminan Kompetisi
Senin, 22 Juni 2020 - 11:38 WIB
Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda menyatakan, kelanjutan Liga 1 2020 akan mengakibatkan dampak finansial sangat besar terhadap klub-klub. Karena itu, dia berharap agar solusi finansial harus dibicarakan lebih mendetil dengan seluruh klub peserta sebagai pemegang saham 99% dari liga.
“Jangan sampai memaksakan kebijakan yang mengakibatkan penalti finansial, tanpa kepastian kelanjutan kompetisi yang matang. Apalagi jika tim-tim mulai bergerak mempersiapkan diri, tiba-tiba terjadi masalah lanjutan pandemi yang pada akhirnya kembali membatalkan liga,” tulis Azrul dilansir laman Persebaya.
Sebelumnya, PSSI sudah mengusulkan pembayaran subsidi per termin dinaikkan dari Rp520 juta menjadi Rp800 juta sebagai syarat kelanjutan kompetisi. Selain masalah finansial, sejumlah poin juga ditekankan Persebaya, seperti faktor kesehatan dan keselamatan, dampak sosial ekonomi masyarakat, maupun dampak jangka panjang kompetisi. Masalah ini mengemuka lantaran PSSI mengusulkan tidak ada degradasi dan hanya ada dua tim promosi dari Liga 2.
“Persebaya akan berusaha menghormati segala keputusan yang dibuat berkaitan dengan kelanjutan Liga 1 2020. Tapi, kami meminta kepada seluruh stakeholder sepak bola Indonesia untuk benar-benar mempertimbangkan segala keputusan dengan dasar kepentingan paling luas,” katanya.
Sementara itu, kapten Persib Supardi Nasir mengingatkan operator dan PSSI untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk menjamin kesehatan dan keselamatan pemain. Dia tidak berharap terjadi hal-hal yang nanti bisa mengganggu jalannya kompetisi.
“Saya berharap liga kembali bergulir, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan, tentunya itu terpenting,” kata Supardi. (Baca : Ngebut di Bali, Cewek ABG Rusia Tewas Mengenaskan)
“Jangan sampai memaksakan kebijakan yang mengakibatkan penalti finansial, tanpa kepastian kelanjutan kompetisi yang matang. Apalagi jika tim-tim mulai bergerak mempersiapkan diri, tiba-tiba terjadi masalah lanjutan pandemi yang pada akhirnya kembali membatalkan liga,” tulis Azrul dilansir laman Persebaya.
Sebelumnya, PSSI sudah mengusulkan pembayaran subsidi per termin dinaikkan dari Rp520 juta menjadi Rp800 juta sebagai syarat kelanjutan kompetisi. Selain masalah finansial, sejumlah poin juga ditekankan Persebaya, seperti faktor kesehatan dan keselamatan, dampak sosial ekonomi masyarakat, maupun dampak jangka panjang kompetisi. Masalah ini mengemuka lantaran PSSI mengusulkan tidak ada degradasi dan hanya ada dua tim promosi dari Liga 2.
“Persebaya akan berusaha menghormati segala keputusan yang dibuat berkaitan dengan kelanjutan Liga 1 2020. Tapi, kami meminta kepada seluruh stakeholder sepak bola Indonesia untuk benar-benar mempertimbangkan segala keputusan dengan dasar kepentingan paling luas,” katanya.
Sementara itu, kapten Persib Supardi Nasir mengingatkan operator dan PSSI untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk menjamin kesehatan dan keselamatan pemain. Dia tidak berharap terjadi hal-hal yang nanti bisa mengganggu jalannya kompetisi.
“Saya berharap liga kembali bergulir, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan, tentunya itu terpenting,” kata Supardi. (Baca : Ngebut di Bali, Cewek ABG Rusia Tewas Mengenaskan)
Lihat Juga :