Tengilnya Hanifan Bikin Pipiet Jatuh Cinta
Minggu, 26 April 2020 - 21:02 WIB
"Awalnya mengikuti jejak orang tua. Berlatih, bersemangat, dan harus memiliki tekad. Kemudian ikut kejuaraan dan dipantau untuk mengikuti PON. Kemudian ikut latihan dan harus juga seleksi. Proses seleksi sangat ketat, bersaing dengan senior, dan teman sendiri,” sahut Hanifan.
Kemudian, Menpora kembali menanyakan kepada Hanifan mengenai perkembangan pencak silat di Indonesia. Apalagi, UNESCO menetapkan tradisi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda. Hanifan berpendapat, pencak silat saat ini perkembangannya sangat baik.
Hanifan menginginkan pencak silat terus dibesarkan. "Pencak silat sangat baik perkembangannya. Kita ingin pencak silat ini kita besarkan. Hanifan selalu memberi arahan dan motivasi untuk adik-adik, jangan gengsi untuk belajar pencak silat. Kita jangan mau kalah dengan negara-negara lain," bebernya.
Dari bincang-bincang santai ini, ada satu topik yang mengundang perhatian. Itu berkaitan tentang kisah asmara Hanifan dengan Pipiet hingga akhirnya berakhir di pelaminan alias menikah.
Hanifan pun tertawa. Hanifan bilang, awalnya mereka hanya berteman. Berbagi cerita, hingga berbagi teknik. "Namun, waktu ke waktu ada rasa bagaimana bisa menjalankannya dengan serius. Sampai akhirnya menikah," katanya.
Kemudian, Menpora kembali menanyakan kepada Hanifan mengenai perkembangan pencak silat di Indonesia. Apalagi, UNESCO menetapkan tradisi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda. Hanifan berpendapat, pencak silat saat ini perkembangannya sangat baik.
Hanifan menginginkan pencak silat terus dibesarkan. "Pencak silat sangat baik perkembangannya. Kita ingin pencak silat ini kita besarkan. Hanifan selalu memberi arahan dan motivasi untuk adik-adik, jangan gengsi untuk belajar pencak silat. Kita jangan mau kalah dengan negara-negara lain," bebernya.
Dari bincang-bincang santai ini, ada satu topik yang mengundang perhatian. Itu berkaitan tentang kisah asmara Hanifan dengan Pipiet hingga akhirnya berakhir di pelaminan alias menikah.
Hanifan pun tertawa. Hanifan bilang, awalnya mereka hanya berteman. Berbagi cerita, hingga berbagi teknik. "Namun, waktu ke waktu ada rasa bagaimana bisa menjalankannya dengan serius. Sampai akhirnya menikah," katanya.
Lihat Juga :