10 Ketum PSSI dengan Latar Belakang TNI, Polisi, hingga Pencipta Lagu
Minggu, 07 Agustus 2022 - 12:05 WIB
Sama dengan Raden Maladi, Maulwi Saelan juga menjadi kiper timnas Indonesia saat itu. Beliau sempat tampil di Olimpiade Melbourne 1956 sebelum tersingkir karena kalah 4-0 dari Uni Soviet.
4. Bardosono
Bardosono menjadi ketua PSSI berikutnya yang berlatarbelakang TNI. Beliau menjabat di tahun 1075-1977.
Bardosono sendiri terpilih sebagai ketua PSSI secara aklamasi. Beliau terpilih melalui kongres PSSI di Yogyakarta di tahun 1974.
Bardosono sendiri adalah perwira TNI di Jawa Tengah. Pangkat terakhir Bardosono adalah brigadir jenderal.
Bardosono dikenal juga sebagai orang dekat Presiden Indonesia saat itu, Soeharto. Beliau juga mantan komandan peleton PETA di Yogyakarta.
Bardosono pun mundur karena dianggap tidak pandai mengatur sepak bola. Bardosono dinilai terlalu otoriter dalam menjalankan roda kepemimpinannya sebagai ketua PSSI.
5. Ali Sadikin
Ali Sadikin menggantikan Bardosono di tahun 1977-1981. Ali Sadikin sendiri juga merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta.
Ali Sadikin menjadi Ketua Umum PSSI melalui sidang luar biasa di Semarang. Sidang tersebut diadakan pada tanggal 12-14 Agustus 1977.
Ali Sadikin merupakan Letnan Jenderal Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL). Ali Sadikin lah yang memulai Liga Sepak Bola Utama (Galatama) di tahun 1978.
Melalui Galatama itulah, sepak bola mulai diurus secara profesional. Pemain menerima gaji dan bonus pertandingan seperti pemain sepak bola saat ini.
6. Sjarnoerbi Said
Sjarnoerbi Said adalah Ketua Umum PSSI selanjutnya yang berlatarbelakang militer. Beliau menggantikan posisi Ali Sadikin yang mundur.
Sjarnoebi Said adalah seorang Brigjen Purnawirawan. Beliau menjadi Ketua Umum PSSI di tahun 1982-1983.
Sjarnoebi Said memulai karier dari Kepala Dinas Intel Resimen Brigade Garuda Merah pada 1946. Beliau pernah menjadi Staf Pribadi KSAD (1959-1961) dan Staf Komando Tertinggi Operasi Ekonomi di tahun 1964-1967.
Sjarnoebi Said sendiri memiliki klub bernama Kramayudha Tiga Berlian. Klub ini berhasil 2 kali juara Galatama dan 3 kali Piala Liga.
Bahkan, Kramayudha Tiga Berlian pernah meraih prestasi tingkat Asia. Klub ini berhasil juara 3 Piala Antarklub Asia 1986.
7. Kardono
4. Bardosono
Bardosono menjadi ketua PSSI berikutnya yang berlatarbelakang TNI. Beliau menjabat di tahun 1075-1977.
Bardosono sendiri terpilih sebagai ketua PSSI secara aklamasi. Beliau terpilih melalui kongres PSSI di Yogyakarta di tahun 1974.
Bardosono sendiri adalah perwira TNI di Jawa Tengah. Pangkat terakhir Bardosono adalah brigadir jenderal.
Bardosono dikenal juga sebagai orang dekat Presiden Indonesia saat itu, Soeharto. Beliau juga mantan komandan peleton PETA di Yogyakarta.
Bardosono pun mundur karena dianggap tidak pandai mengatur sepak bola. Bardosono dinilai terlalu otoriter dalam menjalankan roda kepemimpinannya sebagai ketua PSSI.
5. Ali Sadikin
Ali Sadikin menggantikan Bardosono di tahun 1977-1981. Ali Sadikin sendiri juga merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta.
Ali Sadikin menjadi Ketua Umum PSSI melalui sidang luar biasa di Semarang. Sidang tersebut diadakan pada tanggal 12-14 Agustus 1977.
Ali Sadikin merupakan Letnan Jenderal Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL). Ali Sadikin lah yang memulai Liga Sepak Bola Utama (Galatama) di tahun 1978.
Melalui Galatama itulah, sepak bola mulai diurus secara profesional. Pemain menerima gaji dan bonus pertandingan seperti pemain sepak bola saat ini.
6. Sjarnoerbi Said
Sjarnoerbi Said adalah Ketua Umum PSSI selanjutnya yang berlatarbelakang militer. Beliau menggantikan posisi Ali Sadikin yang mundur.
Sjarnoebi Said adalah seorang Brigjen Purnawirawan. Beliau menjadi Ketua Umum PSSI di tahun 1982-1983.
Sjarnoebi Said memulai karier dari Kepala Dinas Intel Resimen Brigade Garuda Merah pada 1946. Beliau pernah menjadi Staf Pribadi KSAD (1959-1961) dan Staf Komando Tertinggi Operasi Ekonomi di tahun 1964-1967.
Sjarnoebi Said sendiri memiliki klub bernama Kramayudha Tiga Berlian. Klub ini berhasil 2 kali juara Galatama dan 3 kali Piala Liga.
Bahkan, Kramayudha Tiga Berlian pernah meraih prestasi tingkat Asia. Klub ini berhasil juara 3 Piala Antarklub Asia 1986.
7. Kardono
Lihat Juga :