Menyoal Tragedi Kanjuruhan, IGK Manila: PSSI Jangan Cuci Tangan

Senin, 03 Oktober 2022 - 21:30 WIB
Sebuah mobil polisi hancur terbalik akibat kericuhan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, Minggu (2/10/2022). Sebanyak 153 orang dilaporkan meninggal dunia dalam kerusuhan tersebut. ANTARA FOTO/
JAKARTA - I Gusti Kompyang (IGK) Manila memberi nasihat kepada PSSI terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter Aremania pada laga Arema versus Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam WIB. Mantan Manajer Timnas Indonesia itu mendesak agar PSSI tidak cuci tangan dari kasus ini.

Tragedi Kanjuruhan pecah pasca pertandingan yang dimenangkan Persebaya dengan skor 3-2. Setelahnya bentrokan terjadi antara suporter dan polisi di lapangan.



Tapi di tengah kerusuhan itu, oknum aparat menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton. Akibatnya, suporter yang panik berusaha keluar dari tribun secara beredesak-desakan.

BACA JUGA: 5 Kesalahan Dugaan Penyebab Tragedi Kanjuruhan yang Memilukan

Insiden ini menyebabkan banyak korban jiwa berjatuhan. Total, ada ratusan suporter Aremania yang dikonfirmasi meninggal dunia.

Menurut IGK Manila kejadian ini perlu dimaknai sebagai pelajaran berat oleh PSSI. Menurutnya, PSSI harus total mengembalikan citra sepak bola Indonesia yang sudah tercoreng ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!