Kemenpora Genjot Olahraga Extreme di Tengah Pandemi
Senin, 06 Juli 2020 - 16:01 WIB
Sementara itu, event ini tercipta berkat gabungan kolaborasi antara Perkumpulan Sepak bola Gaya Bebas Indonesia (IF3), Komunitas Indonesia Skateboard bersatu (KIS), Asosiasi BMX Indonesia (ABI), dan Bboy Indonesia. Dengan bantuan Kemenpora, semuanya menggelar ajang bertajuk Extreme Distancing Challenge. Yaitu Freestyle jugling, BBOY, BMX dan skate board.
Ketua Komunitas Indonesia Skateboard (KIS) Tony Adam Cahya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak pecinta olahraha extreme agar tetap aktif dan produktif di tengah pandemi dengan serta berolahraga. Namun, dia juga mengungkapkan bahwa penilaian untuk pemenang bukan hanya sekedar dari trik yang dipermainkan, tapi juga melihat sisi lain dari kehidupan si peserta.
"Kami menargetkan setidaknya 200 peserta. Mereka harus bisa mempermainkan trik-trik nya di rumah, umurnya dibawah 15 tahun, mengikuti protokol kesehatan, dan bermain di rumah. Tujuan kita adalah untuk memperkenalkan olahraga ini bisa diterima masyarakat," ucap Tony yang juga sebagai juri cabor skateboard.
Hingga saat ini animo peserta yang mengikuti lomba video secara virtual ini mampu menarik partisipasi masyarakat seluruh Indonesia. Terbukti dari data peserta yang ikut mewakili dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Papua serta daerah daerah lainnya. (Lihat Grafis: Sepak Bola Indonesia Tanpa Penonton, Apa Mungkin? )
Ketua Komunitas Indonesia Skateboard (KIS) Tony Adam Cahya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajak pecinta olahraha extreme agar tetap aktif dan produktif di tengah pandemi dengan serta berolahraga. Namun, dia juga mengungkapkan bahwa penilaian untuk pemenang bukan hanya sekedar dari trik yang dipermainkan, tapi juga melihat sisi lain dari kehidupan si peserta.
"Kami menargetkan setidaknya 200 peserta. Mereka harus bisa mempermainkan trik-trik nya di rumah, umurnya dibawah 15 tahun, mengikuti protokol kesehatan, dan bermain di rumah. Tujuan kita adalah untuk memperkenalkan olahraga ini bisa diterima masyarakat," ucap Tony yang juga sebagai juri cabor skateboard.
Hingga saat ini animo peserta yang mengikuti lomba video secara virtual ini mampu menarik partisipasi masyarakat seluruh Indonesia. Terbukti dari data peserta yang ikut mewakili dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Papua serta daerah daerah lainnya. (Lihat Grafis: Sepak Bola Indonesia Tanpa Penonton, Apa Mungkin? )
(sha)
Lihat Juga :