Jam 1 Pagi Minta Bertarung, Floyd Mayweather Masih Brutal di Ring

Jum'at, 10 Juli 2020 - 08:34 WIB
"Kami bertanding 15 menit berturut-turut. Tiga puluh lima menit total, setelah melakukan tiga putaran.’’

"Floyd belum tua, tapi dia sudah tua untuk bertinju. Senang rasanya melihat dia pergi begitu lama, meninju begitu keras, membuat penyesuaian. Saya belajar banyak dari hal-hal yang dia lakukan, dari gerakan yang dia lakukan.’’

"Saya bisa mendaratkan pukulan dan begitu juga dia. Dia dalam kondisi sangat baik. Saya sangat terkesan dengan bentuknya.’’

"Aku bertekad untuk tidak berhenti. Itu sama baginya. Tidak ada yang bisa terjadi untuk membuatku berhenti.’’

"Saya tidak terluka. Saya 79kg dan Floyd tidak lebih dari 68kg jadi saya lebih berat. Dia mendaratkan pukulan yang bagus dan pukulannya keras tetapi tidak ada yang sakit."

Lihat Infografis: 8 Lukisan Termahal Maestro Pelukis Indonesia

Douglin adalah petinju Kelas Menengah Super yang masih aktif, dua divisi di atas di mana Mayweather mengakhiri karirnya, dan merupakan mantan lawan George Groves. Namun rezim Mayweather tidak menyerah bahkan dengan rekening banknya yang besar dan memasuki masa pensiunnya yang ketiga. Kisah Douglin menggemakan apa yang Ashley Theophane, mantan juara Inggris yang menandatangani kontrak dengan Mayweather Promotions, sebelumnya mengatakan kepada Sky Sports tentang bertahan hidup di jantung raja modern tinju.

"Jika Anda berjalan di sana di luar jalan dan Anda adalah penggemar atau petinju, semua orang menunjukkan Anda suka. Tetapi ketika Anda pergi ke ring untuk bertanding, saat itulah Anda mulai mendengar gedoran di kanvas dan Anda hanya pergi ke perang,"kata Theophane. "Ada banyak orang yang diintimidasi. Orang-orang yang telah dijatuhkan atau dihentikan di gym. Saya telah melihat banyak orang baru yang datang ke sana yang ingin mengesankan dan itu berakhir buruk bagi mereka.''

"Saya selalu ingat ada satu orang dan dia terus berkata: 'Floyd tidak akan melawan saya, Floyd tidak akan melawan saya'. Dia bertarung dengan Floyd dan dia dipukuli, jadi dia seharusnya hanya diam saja, dapatkan cekmu yang mudah, tetapi dia melawan Floyd dan itu mengerikan.’’

"Sangat menyenangkan melihat keterampilan tinju, tetapi ada kalanya senang melihat perang dari ujung ke ujung. Dia melakukan semuanya di gym.’’ "Saya ingat pertama kali saya bertarung dengan Floyd, saya masuk ring dan mereka mulai menggedor kanvas dan berkata 'ada korban di sini, korban lain'. "Kau berbalik dan melihat Floyd menggoyang-goyangkan kaki dan tangannya, dia menatapmu, dan itu pergi."
(aww)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!