Profil LeBron James, Pencetak Poin Terbanyak NBA Sepanjang Masa
Jum'at, 10 Februari 2023 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Dia sangat membantu timnya dengan memenangkan gelar juara divisi III sebanyak tiga kali. Ia mencetakkan poin rata-rata 31.6 dalam setiap pertandingan. Atas pencapaiannya, setelah ia menamatkan masa sekolahnya, ia menjadi pemain pertama yang dipilih oleh NBA pada tahun 2003.
Ia langsung bergabung dengan tim Cleveland Cavaliers sebagai pemain depan. Selama musim 2003-2004, ia menorehkan sejarah sebagai peraih Rookie of The Years pertama dalam timnya. Ia juga menjadi pemain termuda dalam meraih gelar ini, yaitu 20 tahun.
Kariernya di Cleveland Cavaliers semakin berkembang setiap musimnya. Ia meraih poin rata-rata 27.2 setiap pertandingan. Puncaknya adalah tahun 2005 ketika ia kembali mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang mencetak lebih dari 50 poin dalam satu pertandingan.
LeBron James kemudian pindah ke klub Miami Heat pada musim 2010-2011. Kepindahannya tersebut membuat fansnya kecewa dan ia pun dicap sebagai pengkhianat. Bahkan pemilik Cleveland Cavaliers Dan Gilbert pun menyebut James sebagai “egois”, “tidak punya hati”, dan “pecundang pengkhianat”.
Pada musim 2011-2012, LeBron akhirnya menjuarai NBA untuk pertama kali bersama Miami Heat. Kemudian pada musim 2012-2013, ia kembali mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang mencetak 20,000 poin pada usia 28 tahun. Ia mengikuti jejak Kobe Bryant yang mencetak 20,000 poin pada usia 29 tahun. Ia menjadi pemain ke-38 yang berhasil mencatatkan rekor tersebut sepanjang sejarah NBA.
Namun pada Juli 2014, ia memutuskan untuk kembali ke tim lamanya, Cleveland Cavaliers. LeBron James turut membawa Cavaliers menuju tiga final berturut-turut, yakni dari tahun 2015 hingga tahun 2017. Bahkan ia memenangkan gelar NBA ketiganya pada tahun 2016.
Lalu pada tahun 2018, ia hengkang ke Los Angeles Lakers. Meski tampil gemilang bersama Lakers, ia harus mengalami cedera yang membuatnya melewatkan 17 pertandingan berturut-turut dan sempat membuat Lakers tersingkir pada babak playoff.
Ia langsung bergabung dengan tim Cleveland Cavaliers sebagai pemain depan. Selama musim 2003-2004, ia menorehkan sejarah sebagai peraih Rookie of The Years pertama dalam timnya. Ia juga menjadi pemain termuda dalam meraih gelar ini, yaitu 20 tahun.
Kariernya di Cleveland Cavaliers semakin berkembang setiap musimnya. Ia meraih poin rata-rata 27.2 setiap pertandingan. Puncaknya adalah tahun 2005 ketika ia kembali mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang mencetak lebih dari 50 poin dalam satu pertandingan.
LeBron James kemudian pindah ke klub Miami Heat pada musim 2010-2011. Kepindahannya tersebut membuat fansnya kecewa dan ia pun dicap sebagai pengkhianat. Bahkan pemilik Cleveland Cavaliers Dan Gilbert pun menyebut James sebagai “egois”, “tidak punya hati”, dan “pecundang pengkhianat”.
Pada musim 2011-2012, LeBron akhirnya menjuarai NBA untuk pertama kali bersama Miami Heat. Kemudian pada musim 2012-2013, ia kembali mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda yang mencetak 20,000 poin pada usia 28 tahun. Ia mengikuti jejak Kobe Bryant yang mencetak 20,000 poin pada usia 29 tahun. Ia menjadi pemain ke-38 yang berhasil mencatatkan rekor tersebut sepanjang sejarah NBA.
Namun pada Juli 2014, ia memutuskan untuk kembali ke tim lamanya, Cleveland Cavaliers. LeBron James turut membawa Cavaliers menuju tiga final berturut-turut, yakni dari tahun 2015 hingga tahun 2017. Bahkan ia memenangkan gelar NBA ketiganya pada tahun 2016.
Lalu pada tahun 2018, ia hengkang ke Los Angeles Lakers. Meski tampil gemilang bersama Lakers, ia harus mengalami cedera yang membuatnya melewatkan 17 pertandingan berturut-turut dan sempat membuat Lakers tersingkir pada babak playoff.
Lihat Juga :