Liga Super Eropa Guncang Benua Biru, Liga Champions Terancam?
Jum'at, 10 Februari 2023 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, A22 telah menantang hak UEFA dan FIFA untuk memblokir pembentukan Liga Super dan memberikan sanksi kepada klub yang bersaing di pengadilan, dengan alasan badan pengatur menyalahgunakan posisi dominan di bawah undang-undang persaingan UE.
Setelah dua tahun proyek awal runtuh, berita tentang kemunculan kembali Liga Super Eropa kembali muncul dengan proposal baru yang lebih menekankan pada aspek olahraga. Kepala eksekutif Manajemen Olahraga A22, Bernd Reichart, mengatakan kepada surat kabar Jerman Die Welt, tim akan dijamin minimal 14 pertandingan dalam satu musim.
BACA JUGA: Perhitungan 824 Gol Cristiano Ronaldo, Akankah Dikejar Lionel Messi?
"Pondasi sepak bola Eropa terancam runtuh. Sudah waktunya untuk perubahan. Klub-klub itulah yang menanggung risiko kewirausahaan dalam sepak bola. Tetapi ketika keputusan penting dipertaruhkan, mereka terlalu sering dipaksa untuk duduk diam di pinggir lapangan karena fondasi olahraga dan keuangan runtuh di sekitar mereka," tulisnya dikutip dari Daily Star, Jumat (10/2/2023).
"Pembicaraan kami juga telah memperjelas bahwa klub sering merasa tidak mungkin untuk berbicara secara terbuka menentang sistem yang menggunakan ancaman sanksi untuk menggagalkan oposisi. Dialog kami terbuka, jujur, konstruktif, dan menghasilkan gagasan yang jelas tentang perubahan apa yang diperlukan dan bagaimana perubahan itu dapat diterapkan. Ada banyak yang harus dilakukan dan kami akan melanjutkan dialog kami," tambah Reichart.
Setelah dua tahun proyek awal runtuh, berita tentang kemunculan kembali Liga Super Eropa kembali muncul dengan proposal baru yang lebih menekankan pada aspek olahraga. Kepala eksekutif Manajemen Olahraga A22, Bernd Reichart, mengatakan kepada surat kabar Jerman Die Welt, tim akan dijamin minimal 14 pertandingan dalam satu musim.
BACA JUGA: Perhitungan 824 Gol Cristiano Ronaldo, Akankah Dikejar Lionel Messi?
"Pondasi sepak bola Eropa terancam runtuh. Sudah waktunya untuk perubahan. Klub-klub itulah yang menanggung risiko kewirausahaan dalam sepak bola. Tetapi ketika keputusan penting dipertaruhkan, mereka terlalu sering dipaksa untuk duduk diam di pinggir lapangan karena fondasi olahraga dan keuangan runtuh di sekitar mereka," tulisnya dikutip dari Daily Star, Jumat (10/2/2023).
"Pembicaraan kami juga telah memperjelas bahwa klub sering merasa tidak mungkin untuk berbicara secara terbuka menentang sistem yang menggunakan ancaman sanksi untuk menggagalkan oposisi. Dialog kami terbuka, jujur, konstruktif, dan menghasilkan gagasan yang jelas tentang perubahan apa yang diperlukan dan bagaimana perubahan itu dapat diterapkan. Ada banyak yang harus dilakukan dan kami akan melanjutkan dialog kami," tambah Reichart.
Lihat Juga :