Pesan FIFA Jadi Alasan Zainudin Amali Mundur dari Menpora
Jum'at, 10 Maret 2023 - 14:13 WIB
loading...
A
A
A
“Artinya ini serius. FIFA nya serius, AFC serius, Indonesia akan maju. Padahal sepakbola menurut survei digemari 70 persen rakyat Indonesia, tapi tak diurus dengan baik. Pak Presiden sampaikan sejak 2015 ingin sepakbola maju. Bahkan beliau sampai terbitkan Inpres bola. Dari diskusi itu, saya menyimpulkan harus ada orang yang serius fokus untuk mengurus sepakbola. Itu kira kira,” lanjut Amali.
Presiden Jokowi, sebut Amali, sejatinya mempersilakan Zainudin Amali untuk merangkap jabatan menjadi Menpora sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI. Namun dengan syarat mampu membagi waktu. Akan tetapi tawaran tersebut, tak dia terima.
“Sebagai Menpora, tidak fair, etis, mengurus semua cabor tapi tiba-tiba hanya fokus urus satu cabor. Makanya saya sampaikan, konsekuensi saya harus mundur,” ucap Amali.
Meski begitu, Amali juga menyadari terjun dalam dunia sepakbola tak semudah kelihatannya. Untuk itu, dia sudah paham akan segala risiko yang mungkin di hadapinya pada masa mendatang.
"Segala risiko sudah saya hitung, apa yang akan saya hadapi di bola karena ini cabor unik, beda dari cabor lain. Insya Allah saya dan Erick (Thohir, Ketum PSSI) serta lainnya akan bisa membenahi. Tapi mungkin kita bisa melakukan hal-hal yang jadi pondasi pembangunan sepakbola Indonesia, supaya ekspektasinya tak terlalu besar terhadap prestasi dan hal lainnya,” pungkasnya.
Presiden Jokowi, sebut Amali, sejatinya mempersilakan Zainudin Amali untuk merangkap jabatan menjadi Menpora sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI. Namun dengan syarat mampu membagi waktu. Akan tetapi tawaran tersebut, tak dia terima.
“Sebagai Menpora, tidak fair, etis, mengurus semua cabor tapi tiba-tiba hanya fokus urus satu cabor. Makanya saya sampaikan, konsekuensi saya harus mundur,” ucap Amali.
Meski begitu, Amali juga menyadari terjun dalam dunia sepakbola tak semudah kelihatannya. Untuk itu, dia sudah paham akan segala risiko yang mungkin di hadapinya pada masa mendatang.
"Segala risiko sudah saya hitung, apa yang akan saya hadapi di bola karena ini cabor unik, beda dari cabor lain. Insya Allah saya dan Erick (Thohir, Ketum PSSI) serta lainnya akan bisa membenahi. Tapi mungkin kita bisa melakukan hal-hal yang jadi pondasi pembangunan sepakbola Indonesia, supaya ekspektasinya tak terlalu besar terhadap prestasi dan hal lainnya,” pungkasnya.
(sto)
Lihat Juga :