Pengamat: FIFA Tak Bisa Diintervensi, Piala Dunia U-20 2023 Jangan Jadi Tunggangan Politik
Minggu, 26 Maret 2023 - 23:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Timnas Israel Ditolak ke Pulau Dewata, PSSI: Gubernur Bali Teguh Pendirian
Akmal menilai kejadian ini menjadi peringatan untuk politis-politisi di Tanah Air untuk tak memanfaatkan Piala Dunia agar mendapatkan perhatian menjelang pemilihan umum 2024 mendatang.
"Ketika sudah berkomitmen menjalankan Piala Dunia, maka segala konsekuensi yang harus dilaksanakan tidak bisa ditawar dan harus dilaksanakan karena semua keputusan tentang sepak bola semua diatur regulasi yang telah dibuat FIFA termasuk kaitannya bahwa sepakbola dalam regulasi FIFA tidak bisa dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan politik," jelas akmal.
"Bahkan dalam law of the game pasal 4 ayat 5 di IFAB sudah diberikan rumusan aturan sepak bola tidak boleh ada jargon politik, tidak boleh ada pesan-pesan politik yang disampaikan bahkan kalau ada pesan akan ada sanksi berat."
"Harusnya ini menjadi warning buat para politisi kita yang sedang memanfaatkan panggung Piala Dunia untuk menarik simpati publik pada akhirnya merugikan banyak pihak termasuk Indonesia kalau-kalau sampai bukan cuma undiannya yang batal, tapi pelaksanaan Piala Dunia pun bisa menjadi batal."
"Kalau pelaksanaan Piala Dunia menjadi batal, maka nama Indonesia bukan hanya tercoreng dari 23 peserta kontestan lainnya dan dunia, bahwa Indonesia tidak aman dan tidak bisa dipercaya untuk melaksanakan event besar, ini akan menjadi kerugian besar," ucapnya.
Akmal menilai kejadian ini menjadi peringatan untuk politis-politisi di Tanah Air untuk tak memanfaatkan Piala Dunia agar mendapatkan perhatian menjelang pemilihan umum 2024 mendatang.
"Ketika sudah berkomitmen menjalankan Piala Dunia, maka segala konsekuensi yang harus dilaksanakan tidak bisa ditawar dan harus dilaksanakan karena semua keputusan tentang sepak bola semua diatur regulasi yang telah dibuat FIFA termasuk kaitannya bahwa sepakbola dalam regulasi FIFA tidak bisa dikaitkan dengan kegiatan-kegiatan politik," jelas akmal.
"Bahkan dalam law of the game pasal 4 ayat 5 di IFAB sudah diberikan rumusan aturan sepak bola tidak boleh ada jargon politik, tidak boleh ada pesan-pesan politik yang disampaikan bahkan kalau ada pesan akan ada sanksi berat."
"Harusnya ini menjadi warning buat para politisi kita yang sedang memanfaatkan panggung Piala Dunia untuk menarik simpati publik pada akhirnya merugikan banyak pihak termasuk Indonesia kalau-kalau sampai bukan cuma undiannya yang batal, tapi pelaksanaan Piala Dunia pun bisa menjadi batal."
"Kalau pelaksanaan Piala Dunia menjadi batal, maka nama Indonesia bukan hanya tercoreng dari 23 peserta kontestan lainnya dan dunia, bahwa Indonesia tidak aman dan tidak bisa dipercaya untuk melaksanakan event besar, ini akan menjadi kerugian besar," ucapnya.
Lihat Juga :