Plt Menpora Soal Pembatalan Piala Dunia U-20 Indonesia: Jangan Terlalu Sedih, Ada SEA Games
Kamis, 30 Maret 2023 - 13:11 WIB
loading...
Plt. Menpora Muhadjir Effendy mengacungkan jempolnya ke arah wartawan sebelum rapat kerja bersama Komisi X DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/3/2023). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
A
A
A
JAKARTA - Plt Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora ) Muhadjir Effendy mengajak semua tak larut dalam kesedihan menyusul keputusan FIFA membatalkan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia. Menurutnya, sepak bola Indonesia masih harus belajar banyak untuk bersaing, salah satunya di SEA Games 2023.
"Karena itu, saya mengajak semua pihak yang tadinya pro dan kontra terhadap kehadiran tim nasional Israel untuk bersama-sama menatap masa depan persepakbolaan Indonesia yang lebih baik. Terutama dalam menghadapi ajang SEA Games yang akan segera dilaksanakan di Kamboja," kata Muhadjir di Kantor KSP, Jakarta, Kamis (30/3/2023).
Baca Juga: Pernyataan Lengkap FIFA Terkait Pembatalan Piala Dunia U-20 Indonesia
Muhadjir mengakui bahwa keputusan FIFA yang membatalkan pergelaran Piala Dunia U20 di Indonesia tentu mengecewakan banyak pihak. Namun, ia meyakini bahwa keputusan tersebut merupakan pilihan terbaik bagi Indonesia dan merupakan kewenangan mutlak dari FIFA.
"Saya mengerti bahwa keputusan FIFA membuat banyak pihak kecewa, namun ini merupakan kewenangan mutlak dari FIFA. Saya yakin mereka telah memilih keputusan yang terbaik untuk Indonesia," jelasnya.
"Karena itu, saya mengajak semua pihak yang tadinya pro dan kontra terhadap kehadiran tim nasional Israel untuk bersama-sama menatap masa depan persepakbolaan Indonesia yang lebih baik. Terutama dalam menghadapi ajang SEA Games yang akan segera dilaksanakan di Kamboja," kata Muhadjir di Kantor KSP, Jakarta, Kamis (30/3/2023).
Baca Juga: Pernyataan Lengkap FIFA Terkait Pembatalan Piala Dunia U-20 Indonesia
Muhadjir mengakui bahwa keputusan FIFA yang membatalkan pergelaran Piala Dunia U20 di Indonesia tentu mengecewakan banyak pihak. Namun, ia meyakini bahwa keputusan tersebut merupakan pilihan terbaik bagi Indonesia dan merupakan kewenangan mutlak dari FIFA.
"Saya mengerti bahwa keputusan FIFA membuat banyak pihak kecewa, namun ini merupakan kewenangan mutlak dari FIFA. Saya yakin mereka telah memilih keputusan yang terbaik untuk Indonesia," jelasnya.
Lihat Juga :