Bawa Garuda Mendunia, Erick Thohir Kembali Negosiasi dengan FIFA
Selasa, 04 April 2023 - 19:14 WIB
loading...
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan keterangan pers usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (31/3/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir , melakukan negosiasi dengan federasi sepak bola dunia FIFA dalam upaya penyelamatan sepak bola Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Thohir membawa blue print atau cetak biru transformasi dunia sepak bola Indonesia yang diberi judul ‘Garuda Mendunia’.
“Saya berangkat ke Eropa untuk melakukan negosiasi. Kami akan membicarakan mengenai ‘Garuda Mendunia’ pada FIFA, ini adalah peta jalannya,” terang Erick Thohir.
Baca Juga: Peru Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Ketum PSSI Erick Thohir Langsung Terbang ke Swiss
Seperti diketahui, sepak bola Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis setelah adanya ancaman dari FIFA. FIFA sebelumnya telah mengirim surat kepada Indonesia terkait penghapusan status tuan rumah Piala Dunia U-20 dan sedang mempertimbangkan pemberian sanksi.
Menurut beberapa sumber, penghapusan status tuan rumah dan pemberian sanksi didasari oleh kondisi Indonesia yang sedang melakukan transformasi sepak bola setelah terjadinya tragedi di Kanjuruhan Malang. Namun, banyak sumber yang menyebutkan bahwa pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah disebabkan oleh suara sumbang yang disuarakan oleh para politisi, yakni Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.
“Saya berangkat ke Eropa untuk melakukan negosiasi. Kami akan membicarakan mengenai ‘Garuda Mendunia’ pada FIFA, ini adalah peta jalannya,” terang Erick Thohir.
Baca Juga: Peru Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Ketum PSSI Erick Thohir Langsung Terbang ke Swiss
Seperti diketahui, sepak bola Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis setelah adanya ancaman dari FIFA. FIFA sebelumnya telah mengirim surat kepada Indonesia terkait penghapusan status tuan rumah Piala Dunia U-20 dan sedang mempertimbangkan pemberian sanksi.
Menurut beberapa sumber, penghapusan status tuan rumah dan pemberian sanksi didasari oleh kondisi Indonesia yang sedang melakukan transformasi sepak bola setelah terjadinya tragedi di Kanjuruhan Malang. Namun, banyak sumber yang menyebutkan bahwa pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah disebabkan oleh suara sumbang yang disuarakan oleh para politisi, yakni Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.
Lihat Juga :