Peluang Petenis Kejutan di Grand Slam US Open 2020
Senin, 20 Juli 2020 - 13:37 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
NEW YORK - Ketidakhadiran petenis top dunia di Turnamen Amerika Serikat Terbuka 2020 akan menjadi berkah bagi petenis lain. Pasalnya, itu menjadi kesempatan bagi atlet muda untuk bisa merengkuh gelar grand slam dalam kariernya.
Dalam tiga tahun terakhir, juara grand slam selalu dikuasai tiga petenis ternama, yaitu Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer. Ketiganya bergantian menjadi juara mulai dari Australia Terbuka, Wimbledon, Prancis Terbuka, dan AS Terbuka. Hal itu menunjukkan betapa kuatnya dominasi big three pada ajang tenis paling bergengsi di dunia tersebut.
Namun, ketiga petenis ini diragukan tampil di AS Terbuka. Federer dipastikan absen karena masih dililit cedera. Nadal terlihat lebih memilih untuk bermain di Prancis Terbuka dibandingkan untuk mempertahankan gelarnya di AS Terbuka. Sedangkan Djokovic masih bimbang karena persyaratan karantina 14 hari yang harus dijalani jika datang ke AS. (Baca: Debut Juara Grand Slam US Open Guncang Top Speed Open)
Jika ketiganya tidak tampil, tentu ada petenis yang diuntungkan dalam perburuan gelar juara AS Terbuka. Hal itu disampaikan pelatih Serena Williams, Patrick Mouratoglou. Dia menilai ada dua petenis yang memiliki kans paling besar menjadi juara, yakni Daniil Medvedev dan Dominic Thiem.
“Saya dengar Nadal akan bermain di Paris (Prancis Terbuka). Jika Nadal dan Djokovic tidak pergi ke New York, saya pikir, Medvedev dan Thiem mungkin akan mendapatkan peluang paling besar untuk menjadi juara,” kata Mouratoglou dilansir essentiallysport.
Medvedev dan Thiem memang menjadi petenis yang beberapa kali mampu mengimbangi big three dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, Medvedev merupakan finalis AS Terbuka tahun lalu. Sedangkan Thiem tampil memukau di Australia Terbuka 2020 dengan mencapai final sebelum dikalahkan Djokovic.
Selain itu, Mouratoglou juga menyebut petenis berkebangsaan Italia, Matteo Berrettini yang berpartisipasi di Ultimate Tennis Showdown (UST), turnamen yang digagas Mouratoglou dan digelar di akademi tenis miliknya berada di Perancis. Dia menilai petenis berperingkat delapan dunia itu juga bisa memberikan kejutan besar di AS Terbuka nanti. (Baca juga: 'Perang Rahasia' Pasukan SAS Inggris Habisi 100 Milisi ISIS)
Dalam tiga tahun terakhir, juara grand slam selalu dikuasai tiga petenis ternama, yaitu Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer. Ketiganya bergantian menjadi juara mulai dari Australia Terbuka, Wimbledon, Prancis Terbuka, dan AS Terbuka. Hal itu menunjukkan betapa kuatnya dominasi big three pada ajang tenis paling bergengsi di dunia tersebut.
Namun, ketiga petenis ini diragukan tampil di AS Terbuka. Federer dipastikan absen karena masih dililit cedera. Nadal terlihat lebih memilih untuk bermain di Prancis Terbuka dibandingkan untuk mempertahankan gelarnya di AS Terbuka. Sedangkan Djokovic masih bimbang karena persyaratan karantina 14 hari yang harus dijalani jika datang ke AS. (Baca: Debut Juara Grand Slam US Open Guncang Top Speed Open)
Jika ketiganya tidak tampil, tentu ada petenis yang diuntungkan dalam perburuan gelar juara AS Terbuka. Hal itu disampaikan pelatih Serena Williams, Patrick Mouratoglou. Dia menilai ada dua petenis yang memiliki kans paling besar menjadi juara, yakni Daniil Medvedev dan Dominic Thiem.
“Saya dengar Nadal akan bermain di Paris (Prancis Terbuka). Jika Nadal dan Djokovic tidak pergi ke New York, saya pikir, Medvedev dan Thiem mungkin akan mendapatkan peluang paling besar untuk menjadi juara,” kata Mouratoglou dilansir essentiallysport.
Medvedev dan Thiem memang menjadi petenis yang beberapa kali mampu mengimbangi big three dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, Medvedev merupakan finalis AS Terbuka tahun lalu. Sedangkan Thiem tampil memukau di Australia Terbuka 2020 dengan mencapai final sebelum dikalahkan Djokovic.
Selain itu, Mouratoglou juga menyebut petenis berkebangsaan Italia, Matteo Berrettini yang berpartisipasi di Ultimate Tennis Showdown (UST), turnamen yang digagas Mouratoglou dan digelar di akademi tenis miliknya berada di Perancis. Dia menilai petenis berperingkat delapan dunia itu juga bisa memberikan kejutan besar di AS Terbuka nanti. (Baca juga: 'Perang Rahasia' Pasukan SAS Inggris Habisi 100 Milisi ISIS)
Lihat Juga :