Justin Hubner Batal Dinaturalisasi, Ini Penjelasan Ketum PSSI Erick Thohir
Rabu, 19 April 2023 - 21:30 WIB
loading...
Ketum PSSI, Erick Thohir memberi respons terkait batalnya proses naturalisasi Justin Hubner. Foto: PSSI
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir memberi respons terkait batalnya proses naturalisasi Justin Hubner. Dia menyatakan tidak bisa memaksa siapun untuk membela tim nasional (Timnas) Indonesia.
Baca Juga: Erick Thohir Tegaskan Liga 1 2023/2024 Diputar 1 Juli dengan Sistem Berbeda
Hubner sebenarnya tinggal sebentar lagi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) karena proses naturalisasinya terus dikebut. Apalagi, DPR sudah memberi lampu hijau.
Namun, sekarang PSSI susah memutuskan untuk tidak melanjutkan proses naturalisasinya. Sebab, ada permintaan Hubner yang dirasa tidak bisa dipenuhi.
Erick mengatakan PSSI sudah bekerja semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proses naturalisasi Hubner, bersama dengan Rafael Struick dan Ivar Jenner.
“Proses naturalisasi sudah jalan, sudah disepakati juga. Jadi kurang apa. Kita PSSI mendorong naturalisasi pemain U-20 secara proses hukum sudah disetujui oleh DPR kok," jelasnya.
"Sekarang proses selanjutnya dari Kemenkumham akan diberikan ke Pak Presiden,” kata Erick Thohir saat jumpa pers di GBK Arena, Rabu (19/4/2023).
Namun, Erick juga mengaku tidak bisa memaksa jika pada akhirnya Hubner mengubah niatnya untuk menjadi WNI. Apalagi, Indonesia batal menggelar Piala Dunia U-20 2023.
Selain itu, Hubner juga menerima panggilan dari Timnas Belanda U-20 untuk menjalani laga uji coba saat proses naturalisasinya sedang berlangsung. Bisa jadi itu juga menjadi salah satu faktor yang membuat hatinya goyah.
“Kalau tiba-tiba ada individu yang berubah pikiran karena satu dan lain hal, saya ga bisa melarang dong. Terus kenapa kita yang salah? orang proses sudah berjalan," ucap Erick.
"Mungkin ada pemikiran karena ga jadi main di Piala Dunia U-20, mungkin. Toh dia (Hubner) sudah dipanggil Timnas Belanda,” lanjutnya.
Di lain sisi, ada rumor Hubner meminta bayaran 1 juta Euro (Rp16 miliar) kepada PSSI untuk di naturalisasi.
Itu disinyalir menjadi salah satu faktor PSSI mengurungkan niatnya untuk menaturalisasi pemain Wolverhampton Wanderers U-21 itu. Erick sebenarnya enggan membahas hal itu.
“Atau mungkin ada permintaannya yang tidak sesuai dengan aturan main kita, mungkin, saya tidak tahu," ungkapnya.
"Saya tidak menuduh. Media waktu itu pernah bicara angka (nominal uang) ke saya, saya bilang saya ga pernah dengar,” jelas Erick.
Namun, Erick menilai alangkah baiknya jika lebih mengedepankan rasa nasionalisme jika benar-benar ingin membela Timnas Indonesia ketimbang memikirkan soal uang.
“Kalau megang Merah Putih ya Merah Putihnya dulu, bukan ini (uang),” terang Erick sambil melakukan gestur menggesek jempol dan telunjuk.
“Kalau memang tidak bisa menjadi bagian dari Merah Putih, saya tidak bisa melarang. Tapi prosesnya kita dorong."
Baca Juga: Erick Thohir Minta PT LIB Lakukan Audit Sebelum Liga 1 2023/2024 Bergulir
"Terus kalau ditanya kenapa prosesnya lama? Ya memang proses, penduduk Indonesia itu 280 juta. Tidak mudah melakukan naturalisasi,” pungkas Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu.
Baca Juga: Erick Thohir Tegaskan Liga 1 2023/2024 Diputar 1 Juli dengan Sistem Berbeda
Hubner sebenarnya tinggal sebentar lagi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) karena proses naturalisasinya terus dikebut. Apalagi, DPR sudah memberi lampu hijau.
Namun, sekarang PSSI susah memutuskan untuk tidak melanjutkan proses naturalisasinya. Sebab, ada permintaan Hubner yang dirasa tidak bisa dipenuhi.
Erick mengatakan PSSI sudah bekerja semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proses naturalisasi Hubner, bersama dengan Rafael Struick dan Ivar Jenner.
“Proses naturalisasi sudah jalan, sudah disepakati juga. Jadi kurang apa. Kita PSSI mendorong naturalisasi pemain U-20 secara proses hukum sudah disetujui oleh DPR kok," jelasnya.
"Sekarang proses selanjutnya dari Kemenkumham akan diberikan ke Pak Presiden,” kata Erick Thohir saat jumpa pers di GBK Arena, Rabu (19/4/2023).
Namun, Erick juga mengaku tidak bisa memaksa jika pada akhirnya Hubner mengubah niatnya untuk menjadi WNI. Apalagi, Indonesia batal menggelar Piala Dunia U-20 2023.
Selain itu, Hubner juga menerima panggilan dari Timnas Belanda U-20 untuk menjalani laga uji coba saat proses naturalisasinya sedang berlangsung. Bisa jadi itu juga menjadi salah satu faktor yang membuat hatinya goyah.
“Kalau tiba-tiba ada individu yang berubah pikiran karena satu dan lain hal, saya ga bisa melarang dong. Terus kenapa kita yang salah? orang proses sudah berjalan," ucap Erick.
"Mungkin ada pemikiran karena ga jadi main di Piala Dunia U-20, mungkin. Toh dia (Hubner) sudah dipanggil Timnas Belanda,” lanjutnya.
Di lain sisi, ada rumor Hubner meminta bayaran 1 juta Euro (Rp16 miliar) kepada PSSI untuk di naturalisasi.
Itu disinyalir menjadi salah satu faktor PSSI mengurungkan niatnya untuk menaturalisasi pemain Wolverhampton Wanderers U-21 itu. Erick sebenarnya enggan membahas hal itu.
“Atau mungkin ada permintaannya yang tidak sesuai dengan aturan main kita, mungkin, saya tidak tahu," ungkapnya.
"Saya tidak menuduh. Media waktu itu pernah bicara angka (nominal uang) ke saya, saya bilang saya ga pernah dengar,” jelas Erick.
Namun, Erick menilai alangkah baiknya jika lebih mengedepankan rasa nasionalisme jika benar-benar ingin membela Timnas Indonesia ketimbang memikirkan soal uang.
“Kalau megang Merah Putih ya Merah Putihnya dulu, bukan ini (uang),” terang Erick sambil melakukan gestur menggesek jempol dan telunjuk.
“Kalau memang tidak bisa menjadi bagian dari Merah Putih, saya tidak bisa melarang. Tapi prosesnya kita dorong."
Baca Juga: Erick Thohir Minta PT LIB Lakukan Audit Sebelum Liga 1 2023/2024 Bergulir
"Terus kalau ditanya kenapa prosesnya lama? Ya memang proses, penduduk Indonesia itu 280 juta. Tidak mudah melakukan naturalisasi,” pungkas Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu.
(mirz)
Lihat Juga :