Sulit Pertahankan Gelar, Awal Tragis Marquez Bermula di Jerez
Selasa, 21 Juli 2020 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, rider tim Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo berhasil keluar sebagai pemenang di GP Spanyol. Bahkan, keberhasilannya itu membuatnya menjadi pembalap termuda kedelapan yang menang di kelas utama Grand Prix (GP) dengan usia 21 tahun 90 hari. Catatan itu lebih muda dari juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi pada usia 21 tahun 144 hari di Donington Park tahun 2000.
Meski menjadi pembalap pertama yang memenangkan balapan dengan motor satelit, Quartararo ternyata mengaku belum puas sepenuhnya dengan motornya. Dia sadar bahwa masih ada yang salah pada YZR M1, khususnya cengkeram yang masih kurang maksimal dan sesuai harapan. Dia juga bisa menang karena terbantu insiden Marquez. Apabila Marquez tidak tergelincir dan terjatuh, bukan tidak mungkin Quartararo masih puasa kemenangan.
“Kami berhasil menciptakan sebuah balapan yang luar biasa dan konstan. Aspal benar-benar buruk. Memang, normal ketika daya cengkeram berkurang setelah balapan Moto2. Akan tetapi, kali ini lebih buruk dari biasanya,” ucap Quartararo. (Lihat videonya: Diduga untuk Ilmu Hitam, 2 Jenazah di TPU Karang Bahagia Bekasi Dicuri)
“Ban aus dengan lebih cepat. Namun, saya mendapat perasaan bagus dengan motor. Untuk itu, saya ingin berterima kasih kepada Yamaha dan tim,” katanya.
Namun pasti, Quartararo bertekad meneruskan tren positifnya di putaran kedua pada GP Andalusia, akhir pekan ini. Bahkan, dia juga sangat optimistis mengingat lomba kembali digelar di trek yang sama. Oleh karena itu, rider asal Prancis ini berharap kelemahan yang dialami sebelumnya bisa diperbaiki timnya untuk balapan nanti. (Raikhul Amar)
Meski menjadi pembalap pertama yang memenangkan balapan dengan motor satelit, Quartararo ternyata mengaku belum puas sepenuhnya dengan motornya. Dia sadar bahwa masih ada yang salah pada YZR M1, khususnya cengkeram yang masih kurang maksimal dan sesuai harapan. Dia juga bisa menang karena terbantu insiden Marquez. Apabila Marquez tidak tergelincir dan terjatuh, bukan tidak mungkin Quartararo masih puasa kemenangan.
“Kami berhasil menciptakan sebuah balapan yang luar biasa dan konstan. Aspal benar-benar buruk. Memang, normal ketika daya cengkeram berkurang setelah balapan Moto2. Akan tetapi, kali ini lebih buruk dari biasanya,” ucap Quartararo. (Lihat videonya: Diduga untuk Ilmu Hitam, 2 Jenazah di TPU Karang Bahagia Bekasi Dicuri)
“Ban aus dengan lebih cepat. Namun, saya mendapat perasaan bagus dengan motor. Untuk itu, saya ingin berterima kasih kepada Yamaha dan tim,” katanya.
Namun pasti, Quartararo bertekad meneruskan tren positifnya di putaran kedua pada GP Andalusia, akhir pekan ini. Bahkan, dia juga sangat optimistis mengingat lomba kembali digelar di trek yang sama. Oleh karena itu, rider asal Prancis ini berharap kelemahan yang dialami sebelumnya bisa diperbaiki timnya untuk balapan nanti. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :