Anfield Akan Catat Sejarah tapi Awas Tamu Bisa Rusak Pesta
Rabu, 22 Juli 2020 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Jika ada yang kurang adalah tren penampilan Liverpool yang menurun justru menjelang dan setelah mereka mengunci gelar. Jika sebelumnya dalam 27 pertandingan hanya kehilangan dua poin, setelah itu, The Reds sudah menelan tiga kekalahan dan dua imbang dari sembilan pertandingan terakhir.
Imbasnya, Liverpool dipastikan gagal melewati rekor 100 poin milik Manchester City. Karena maksimal, mereka hanya bisa mendulang 99 angka dari tiga laga tersisa, termasuk dini hari nanti. The Reds juga gagal mempertahankan laju 100% menang dalam 24 pertandingan terakhir setelah dipaksa imbang 1-1 melawan Burnley di Anfield.
Deretan ini tentu menjadi sedikit noda dalam seremoni pada dini hari nanti. Meski semua itu akan dilupakan saat The Reds mengangkat trofi juara, Liverpool masih bisa terus berharap melakukan banyak hal besar. Apalagi Klopp dipastikan tetap akan bertahan setidaknya sampai empat tahun mendatang.
Pelatih asal Jerman itu sudah dianggap menjadi bagian dari keluarga besar scouser, bukan sekadar pelatih yang datang tanpa kesan. “Saya pikir, dia scouser yang menyamar. Saya tidak berpikir dia benar-benar Jerman, karena dia melambangkan semua yang diinginkan orang-orang Liverpool, yang diinginkan klub sepak bola dan kota,” ujar legendaris The Reds, Kenny Dalglish. (Baca juga: Menikmati Eksotika Danau Singkarak dari Ketinggian Aur Serumpun)
Namun, sebelum seremoni mengangkat trofi dilakukan, The Red harus menghadapi Chelsea. Tim yang datang dengan kepercayaan diri tinggi karena baru saja menundukkan Manchester United di semifinal Piala FA. The Blues bisa saja menjadi perusak pesta Liverpool dan melengkapi noda gelar mereka. Walaupun pasukan Lampard datang untuk mengamankan peluang mereka mendapatkan tempat di Liga Champions.
Sejauh ini dengan dua laga tersisa, masih ada empat sampai lima tim secara teori berpeluang mendapatkan dua tiket Liga Champions, karena dua lainnya menjadi milik Liverpool dan Manchester City. Selain Chelsea, empat tim lain adalah Leicester City, Manchester United (MU), Wolverhampton Wanderers, dan Tottenham Hotspur.
Imbasnya, Liverpool dipastikan gagal melewati rekor 100 poin milik Manchester City. Karena maksimal, mereka hanya bisa mendulang 99 angka dari tiga laga tersisa, termasuk dini hari nanti. The Reds juga gagal mempertahankan laju 100% menang dalam 24 pertandingan terakhir setelah dipaksa imbang 1-1 melawan Burnley di Anfield.
Deretan ini tentu menjadi sedikit noda dalam seremoni pada dini hari nanti. Meski semua itu akan dilupakan saat The Reds mengangkat trofi juara, Liverpool masih bisa terus berharap melakukan banyak hal besar. Apalagi Klopp dipastikan tetap akan bertahan setidaknya sampai empat tahun mendatang.
Pelatih asal Jerman itu sudah dianggap menjadi bagian dari keluarga besar scouser, bukan sekadar pelatih yang datang tanpa kesan. “Saya pikir, dia scouser yang menyamar. Saya tidak berpikir dia benar-benar Jerman, karena dia melambangkan semua yang diinginkan orang-orang Liverpool, yang diinginkan klub sepak bola dan kota,” ujar legendaris The Reds, Kenny Dalglish. (Baca juga: Menikmati Eksotika Danau Singkarak dari Ketinggian Aur Serumpun)
Namun, sebelum seremoni mengangkat trofi dilakukan, The Red harus menghadapi Chelsea. Tim yang datang dengan kepercayaan diri tinggi karena baru saja menundukkan Manchester United di semifinal Piala FA. The Blues bisa saja menjadi perusak pesta Liverpool dan melengkapi noda gelar mereka. Walaupun pasukan Lampard datang untuk mengamankan peluang mereka mendapatkan tempat di Liga Champions.
Sejauh ini dengan dua laga tersisa, masih ada empat sampai lima tim secara teori berpeluang mendapatkan dua tiket Liga Champions, karena dua lainnya menjadi milik Liverpool dan Manchester City. Selain Chelsea, empat tim lain adalah Leicester City, Manchester United (MU), Wolverhampton Wanderers, dan Tottenham Hotspur.
Lihat Juga :