Bos Yamaha Kritik Kinerja Steward MotoGP
Senin, 22 Mei 2023 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Kasus tersebut hanya merupakan salah satu contoh dari sekian banyak keputusan aneh yang dibuat para steward FIM di MotoGP. Mereka terlalu sering menjatuhkan penalti kepada pembalap dengan sembarangan dan terlalu tergesa-gesa serta juga mengabaikan argumen yang diberikan para pembalap.
Padahal, bisa saja mereka lebih bersabar untuk menggunakan teknologi dengan banyaknya kamera yang tersedia di lintasan MotoGP sebelum kemudian membuat keputusan. Sayangnya, mereka justru terburu-buru menilai sebuah insiden dalam balapan sehingga mereka kurang konsisten saat memberikan keputusan.
Baca Juga: Waduh! Pembalap F1 Berdarah Indonesia Nyck De Vries Terjebak Banjir Bandang di Italia
Karena itu, Lin Jarvis melontarkan kritik pedas kepada para steward yang bertugas di MotoGP. Dia benar-benar tak mengerti mengapa Morbidelli dianggap terlalu ambisius karena sangat sulit untuk menilai kata ambisius tersebut.
"Alasan itu tidak masuk akal. Itu merupakan puncak dari semua keanehan dalam kasus ini. Karena Franky pertama kali terkena penalti 'putaran panjang' ini karena 'gaya mengemudinya yang tidak bertanggung jawab'," kata Jarvis dilansir dari Speedweek, Minggu (21/5/2023).
Padahal, bisa saja mereka lebih bersabar untuk menggunakan teknologi dengan banyaknya kamera yang tersedia di lintasan MotoGP sebelum kemudian membuat keputusan. Sayangnya, mereka justru terburu-buru menilai sebuah insiden dalam balapan sehingga mereka kurang konsisten saat memberikan keputusan.
Baca Juga: Waduh! Pembalap F1 Berdarah Indonesia Nyck De Vries Terjebak Banjir Bandang di Italia
Karena itu, Lin Jarvis melontarkan kritik pedas kepada para steward yang bertugas di MotoGP. Dia benar-benar tak mengerti mengapa Morbidelli dianggap terlalu ambisius karena sangat sulit untuk menilai kata ambisius tersebut.
"Alasan itu tidak masuk akal. Itu merupakan puncak dari semua keanehan dalam kasus ini. Karena Franky pertama kali terkena penalti 'putaran panjang' ini karena 'gaya mengemudinya yang tidak bertanggung jawab'," kata Jarvis dilansir dari Speedweek, Minggu (21/5/2023).
Lihat Juga :