Saatnya Kita Bersatu!
Kamis, 23 Juli 2020 - 21:37 WIB
loading...
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong (kiri) dan wartawan olahraga senior M Nigara. Foto: Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Shin Tae-Yong (STY), manajer-coach tim nasional Indonesia ke Piala Dunia U20 , Mei-Juni 2021, tiba kembali di tanah air. Mantan pelatih tim nasional Korea Selatan di Piala Dunia senior, 2018 di Rusia, Rabu (22/7) malam, tiba dari Seoul, Korsel dengan seluruh asistennya.
Tibanya STY di Jakarta, diharapkan untuk sementara waktu dapat meredam isu-isu yang selama ini beredar. Sekedar mengingatkan, STY beberapa kali batal datang meski sebelumnya sudah dijadwalkan. Selain itu, polemik sempat terjadi terkait pernyataan mantan pelatih yang mempermalukan Jerman di Piala Dunia, 2018 , di media Korsel.
Hadirnya STY di sini hendaknya dapat menjadi momen untuk kita bersatu dan menyatu. Bahwa ada perbedaan, ada ketidak cocokan pandangan, itu adalah hal yang lumrah. Tetapi untuk menghadapi gelaran Piala Dunia U20 tahun depan, kita membutuhkan kebersamaan. Kita membutuhkan suasana yang kondusif.
Bung Tomo, 10 November 1945, telah memberikan pelajaran tentang nasionalisme, tentang kebersamaan, tentang keberanian, dan tentang keyakinan. Dengan pekik Allahu Akbar, Bung Tomo menggelorakan perlawanan yang hasilnya bisa kita nikmati bersama hingga hari ini.
Apa pun agama, suku, latar belakang, semua bahu-membahu. Melihat tekad dan kesungguhan itu, Allah memberikan pertolongan. Allah membuat yang tak mungkin menjadi mungkin. (Baca Juga: Waspada Berolahraga di Tengah Wabah )
Tibanya STY di Jakarta, diharapkan untuk sementara waktu dapat meredam isu-isu yang selama ini beredar. Sekedar mengingatkan, STY beberapa kali batal datang meski sebelumnya sudah dijadwalkan. Selain itu, polemik sempat terjadi terkait pernyataan mantan pelatih yang mempermalukan Jerman di Piala Dunia, 2018 , di media Korsel.
Hadirnya STY di sini hendaknya dapat menjadi momen untuk kita bersatu dan menyatu. Bahwa ada perbedaan, ada ketidak cocokan pandangan, itu adalah hal yang lumrah. Tetapi untuk menghadapi gelaran Piala Dunia U20 tahun depan, kita membutuhkan kebersamaan. Kita membutuhkan suasana yang kondusif.
Bung Tomo, 10 November 1945, telah memberikan pelajaran tentang nasionalisme, tentang kebersamaan, tentang keberanian, dan tentang keyakinan. Dengan pekik Allahu Akbar, Bung Tomo menggelorakan perlawanan yang hasilnya bisa kita nikmati bersama hingga hari ini.
Apa pun agama, suku, latar belakang, semua bahu-membahu. Melihat tekad dan kesungguhan itu, Allah memberikan pertolongan. Allah membuat yang tak mungkin menjadi mungkin. (Baca Juga: Waspada Berolahraga di Tengah Wabah )
Lihat Juga :