Saatnya Kita Bersatu!
Kamis, 23 Juli 2020 - 21:37 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, saya ingin mengajak kita semua untuk mundur ke tahun 1980an menjelang pertengahan. Saya dan rekan-rekan wartawan peliput sepakbola seangkatan, sebut saja: Yesayas Oktovianus (Kompas), Eddy Lahengko (Suara Pembaruan), Bambang Seokendro (Berita Buana), Salamun Nurdin (Pelita), Mardi (Merdeka), Alfon Suhadi (Suara Karya) menjadi saksi sejarah. Saat itu, beberapa personil dari JFA (Japan Football Assotiation), dan KFA (Korean Football Assotiation)datang ke Indonesia. Mereka berguru tentang kompetisi non-amatir di sini.
Indonesia adalah negara Asia pertama yang memiliki kompetisi non-amatir bernama Galatama (Liga Sepakbola Utama). Kompetisi itu juga dilahirkan oleh para wartawan senior: Ardi Syarif (Pos Kota), Tabrin Tahar (Majalah Olympic), Valens Doy, Sumohadi Marsis, Kadir Yusuf (Kompas), Zuhri Husein (Merdeka), Herry Komar (Tempo).
Selain Galatama, kita juga punya Perserikatan dan Galakarya. Jepang dan Korsel mengkombinasi dua unsur itu menjadi Liga J dan Liga Korsel.
Posisinya menggunakan Galatama dan pendanaannya meniru Galakarya.
Sekedar mengingatkan, Galakarya ada liga yang seluruh biayanya didukung oleh BUMN-BUMN dan BUMD-BUMD. Galakarya sendiri dibentuk untuk memberi penghormatan pada para pemain yang usianya sudah di atas 32. Tidak mungkin bersaing secara fisik dengan anak-anak muda, tapi potensinta masih ada.
Jepang dan Korsel
Nah, di kedua negara itu sistem pendanaan memakai cara galakarya dan usianya mengacu ke galatama. Maka lahirlah klub-klub Matsushita, klub Hyundai dan sejenisnya.
Indonesia adalah negara Asia pertama yang memiliki kompetisi non-amatir bernama Galatama (Liga Sepakbola Utama). Kompetisi itu juga dilahirkan oleh para wartawan senior: Ardi Syarif (Pos Kota), Tabrin Tahar (Majalah Olympic), Valens Doy, Sumohadi Marsis, Kadir Yusuf (Kompas), Zuhri Husein (Merdeka), Herry Komar (Tempo).
Selain Galatama, kita juga punya Perserikatan dan Galakarya. Jepang dan Korsel mengkombinasi dua unsur itu menjadi Liga J dan Liga Korsel.
Posisinya menggunakan Galatama dan pendanaannya meniru Galakarya.
Sekedar mengingatkan, Galakarya ada liga yang seluruh biayanya didukung oleh BUMN-BUMN dan BUMD-BUMD. Galakarya sendiri dibentuk untuk memberi penghormatan pada para pemain yang usianya sudah di atas 32. Tidak mungkin bersaing secara fisik dengan anak-anak muda, tapi potensinta masih ada.
Jepang dan Korsel
Nah, di kedua negara itu sistem pendanaan memakai cara galakarya dan usianya mengacu ke galatama. Maka lahirlah klub-klub Matsushita, klub Hyundai dan sejenisnya.
Lihat Juga :