Man City vs Inter Milan: Tugas Berat Guardiola Bongkar Benteng Nerazzurri dan Serbuan Lautaro-Dzeko
Sabtu, 10 Juni 2023 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
"Inter adalah tim yang tidak hanya jago bertahan. Ada kepercayaan bahwa tim-tim Italia hanya tahu bagaimana bertahan, tetapi Inter dapat melakukan banyak hal lainnya," kata Guardiola dengan santai kepada para pewarta, seperti dilansir Reuters, Sabtu (10/6/2023).
"(Francesco) Acerbi, (Matteo) Darmian, (Alessandro) Bastoni dan (Andre) Onana sangat efektif dalam melakukan start ulang. Dan semua penyerang, dari Lautaro (Martinez) hingga (Joaquin) Correa, tahu bagaimana cara membuat situasi berbahaya."
"Inter memiliki kemampuan untuk menahan bola dan menuntaskannya, mereka tahu bagaimana menyerang dari tengah dan dari sayap. Kami akan berusaha bertahan sebaik mungkin, baik tinggi maupun rendah," ungkap Guardiola.
Mengenai pernyataan playmaker Man City Kevin De Bruyne yang menggambarkan pengejaran Man City untuk trofi Liga Champions sebagai sebagian mimpi dan sebagian obsesi setelah kalah di final dari Chelsea pada 2021 dan disingkirkan Real Madrid pada semifinal musim 2021/2022 dengan cara yang memilukan, Guardiola mengatakan proporsi yang tepat dari obsesi dan keinginan itu sehat tetapi juga dia mengingatkan pemainnya menjaga kesabaran jika skor tetap 0-0, atau permainan lebih lama dari yang diharapkan.
"Anda harus stabil di final. Bertahan dengan baik, menyerang, dan memiliki kontrol. Anda harus bersabar. Yang paling penting adalah berpikir 0-0 dan kami tidak kalah. Tim-tim Italia di posisi 0-0, mereka bisa berpikir mereka menang, tapi bisa saja tidak," katanya.
"Sepanjang pertandingan, penting untuk mengetahui apa yang harus Anda lakukan dan melakukannya dengan baik. Tetapi, ada saat-saat ketika permainan menjadi gila dan kemudian ada saat-saat di mana Anda tidak memikirkan taktik, tetapi tentang apa yang dikatakan hati Anda."
"(Francesco) Acerbi, (Matteo) Darmian, (Alessandro) Bastoni dan (Andre) Onana sangat efektif dalam melakukan start ulang. Dan semua penyerang, dari Lautaro (Martinez) hingga (Joaquin) Correa, tahu bagaimana cara membuat situasi berbahaya."
"Inter memiliki kemampuan untuk menahan bola dan menuntaskannya, mereka tahu bagaimana menyerang dari tengah dan dari sayap. Kami akan berusaha bertahan sebaik mungkin, baik tinggi maupun rendah," ungkap Guardiola.
Mengenai pernyataan playmaker Man City Kevin De Bruyne yang menggambarkan pengejaran Man City untuk trofi Liga Champions sebagai sebagian mimpi dan sebagian obsesi setelah kalah di final dari Chelsea pada 2021 dan disingkirkan Real Madrid pada semifinal musim 2021/2022 dengan cara yang memilukan, Guardiola mengatakan proporsi yang tepat dari obsesi dan keinginan itu sehat tetapi juga dia mengingatkan pemainnya menjaga kesabaran jika skor tetap 0-0, atau permainan lebih lama dari yang diharapkan.
"Anda harus stabil di final. Bertahan dengan baik, menyerang, dan memiliki kontrol. Anda harus bersabar. Yang paling penting adalah berpikir 0-0 dan kami tidak kalah. Tim-tim Italia di posisi 0-0, mereka bisa berpikir mereka menang, tapi bisa saja tidak," katanya.
"Sepanjang pertandingan, penting untuk mengetahui apa yang harus Anda lakukan dan melakukannya dengan baik. Tetapi, ada saat-saat ketika permainan menjadi gila dan kemudian ada saat-saat di mana Anda tidak memikirkan taktik, tetapi tentang apa yang dikatakan hati Anda."
Lihat Juga :