5 Olahraga Tradisional yang Dimainkan pada Pekan Olahraga Tradisional 2023
Minggu, 11 Juni 2023 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, ada Terompah Panjang. Permainan ini menggunakan kayu panjang dengan ukuran tertentu sebagai alat untuk mengadu kecepatan dengan menempuh jarak yang ditentukan. Biasanya, permainan ini dilakukan oleh tiga orang atau lebih menggunakan sepasang terompah, dengan panjang terompah disesuaikan dengan jumlah orang yang bermain. Kerjasama dan kekompakan menjadi kunci kemenangan dalam permainan tradisional ini.
Terakhir, Gasing merupakan mainan yang dapat berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing termasuk, mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Tidak hanya anak-anak yang menyukai mainan tersebut, melainkan orang dewasa juga ikut memainkannya.
Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, Minggu (11/6/2023) mengatakan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan ini untuk melestarikan dan mengembangkan olahraga asli Indonesia yang merupakan budaya bangsa, agar kekayaan budaya khususnya olahraga tradisional semakin diminati di negeri sendiri.
Ia pun menyebutkan pentingnya kegiatan ini untuk terus dilaksanakan di tengah tingginya gempuran game online bagi anak muda Indonesia. “Saat ini, anak-anak muda hobinya main game online. Apa-apa mudah dari genggaman, tidak butuh banyak bergerak. Lamalama ini kan ga baik dampaknya bagi anak muda, baik untuk fisik maupun mentalnya. Selain itu juga untuk membugarkan masyarakat melalui olahraga tradisional," ucapnya.
"Anak muda itu kan butuh bergerak dan bersosialisasi. Makanya permainan dan olahraga tradisional harus terus dilestarikan dan dibudayakan di masyarakat hingga mampu menjadi pilihan permainan bagi anak-anak muda di Indonesia”, tambah Isnanta.
Terakhir, Gasing merupakan mainan yang dapat berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing termasuk, mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Tidak hanya anak-anak yang menyukai mainan tersebut, melainkan orang dewasa juga ikut memainkannya.
Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, Minggu (11/6/2023) mengatakan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan ini untuk melestarikan dan mengembangkan olahraga asli Indonesia yang merupakan budaya bangsa, agar kekayaan budaya khususnya olahraga tradisional semakin diminati di negeri sendiri.
Ia pun menyebutkan pentingnya kegiatan ini untuk terus dilaksanakan di tengah tingginya gempuran game online bagi anak muda Indonesia. “Saat ini, anak-anak muda hobinya main game online. Apa-apa mudah dari genggaman, tidak butuh banyak bergerak. Lamalama ini kan ga baik dampaknya bagi anak muda, baik untuk fisik maupun mentalnya. Selain itu juga untuk membugarkan masyarakat melalui olahraga tradisional," ucapnya.
"Anak muda itu kan butuh bergerak dan bersosialisasi. Makanya permainan dan olahraga tradisional harus terus dilestarikan dan dibudayakan di masyarakat hingga mampu menjadi pilihan permainan bagi anak-anak muda di Indonesia”, tambah Isnanta.
(sto)
Lihat Juga :