Kejuaraan Soccer Challenge 2023 Tantang Putri Kudus Unjuk Skill di Lapangan Hijau
Jum'at, 16 Juni 2023 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
Sementara passing and control dimainkan oleh tiga siswi dengan model lintasan passing segitiga, ukuran sisi 4 meter. Dengan tujuan agar para siswi untuk memahami keadaan lawan dan posisi tim di sekitarnya, serta melatih ketajaman untuk memanfaatkan peluang gol. Lalu three on three peserta bertanding di atas lapangan berukuran 4x6 meter dengan durasi 5 menit.
Sedangkan pada shooting on target, para siswi ditantang untuk menendang bola ke arah beberapa target dengan poin yang menentukan kemenangan mereka, dengan tujuan meningkatkan akurasi tendangan. Sama halnya dengan penalty kick untuk membiasakan peserta mengarahkan bola ke gawang yang dapat menciptakan poin di pertandingan sungguhan.
Timo berharap, melalui kejuaraan ini kelak akan lahir pesepakbola putri handal yang kelak bisa membangkitkan kejayaan sepak bola putri Indonesia seperti beberapa dekade lalu. Hal itu bisa terwujud jika ekosistem cabang olahraga ini berputar dengan baik, salah satunya dengan banyaknya kejuaraan yang rutin digelar.
“Kejuaraan-kejuaraan seperti ini menjadi pondasi sebelum mereka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, mulai dari masuk sekolah sepak bola (SSB) hingga menjadi pemain nasional. Kami ingin agar para siswi punya rasa senang dulu bermain bola, selanjutnya baru dibina sesuai jenjang,” Timo, memaparkan.
Salah satu pemenang Skill Challenge pada kelompok usia U-10 ialah adalah para siswi dari MIM Al Tanbih. Mereka berhasil memboyong dua piala sekaligus untuk tantangan penalty kick dan three on three. Fany Indria Meyzha yang menjadi penentu kemenangan timnya pada penalty kick mengatakan, ia sangat bangga dengan capaian tersebut.
“Saya senang bisa mencetak gol di penalty kick tadi dan akhirnya tim saya bisa menang. Apalagi sebelumnya juga menang di three on three. Semoga saya dan teman-teman bisa menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge 2023, supaya orangtua, pelatih, guru, dan kepala sekolah bangga,” ucap Fany.
Sedangkan pada shooting on target, para siswi ditantang untuk menendang bola ke arah beberapa target dengan poin yang menentukan kemenangan mereka, dengan tujuan meningkatkan akurasi tendangan. Sama halnya dengan penalty kick untuk membiasakan peserta mengarahkan bola ke gawang yang dapat menciptakan poin di pertandingan sungguhan.
Timo berharap, melalui kejuaraan ini kelak akan lahir pesepakbola putri handal yang kelak bisa membangkitkan kejayaan sepak bola putri Indonesia seperti beberapa dekade lalu. Hal itu bisa terwujud jika ekosistem cabang olahraga ini berputar dengan baik, salah satunya dengan banyaknya kejuaraan yang rutin digelar.
“Kejuaraan-kejuaraan seperti ini menjadi pondasi sebelum mereka melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, mulai dari masuk sekolah sepak bola (SSB) hingga menjadi pemain nasional. Kami ingin agar para siswi punya rasa senang dulu bermain bola, selanjutnya baru dibina sesuai jenjang,” Timo, memaparkan.
Salah satu pemenang Skill Challenge pada kelompok usia U-10 ialah adalah para siswi dari MIM Al Tanbih. Mereka berhasil memboyong dua piala sekaligus untuk tantangan penalty kick dan three on three. Fany Indria Meyzha yang menjadi penentu kemenangan timnya pada penalty kick mengatakan, ia sangat bangga dengan capaian tersebut.
“Saya senang bisa mencetak gol di penalty kick tadi dan akhirnya tim saya bisa menang. Apalagi sebelumnya juga menang di three on three. Semoga saya dan teman-teman bisa menjadi juara di MilkLife Soccer Challenge 2023, supaya orangtua, pelatih, guru, dan kepala sekolah bangga,” ucap Fany.
Lihat Juga :