Pekan Olimpiade Esports untuk Pertama Kalinya Digelar
Minggu, 25 Juni 2023 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Banyak komunitas game merasa bingung karena beberapa judul game populer tidak diikutsertakan dalam acara ini. Sebaliknya, acara tersebut menampilkan 10 simulasi olahraga seperti panahan, bisbol, catur, dan taekwondo. Meskipun genre game tembak-menembak akan diwakili oleh "Fortnite", mode "Battle Royale" atau unsur kekerasan tidak akan ada dalam versi yang dipertandingkan.
Pereira menegaskan bahwa game tembak-menembak tidak dimasukkan dalam acara ini karena kekerasan yang bertentangan dengan nilai-nilai Olimpiade. Menurutnya, "ada batasan yang jelas bahwa tembak-menembak tidak akan pernah diintegrasikan ke dalam kompetisi kami." Pereira menyampaikan bahwa penting untuk memastikan bahwa permainan yang dipilih untuk acara ini mempromosikan nilai-nilai Olimpiade.
Bagi para atlet yang berpartisipasi dalam Olympic Esports Week di Singapura, ini adalah kesempatan langka untuk bertemu secara langsung dengan rekan-rekan mereka setelah bertahun-tahun bersaing dalam acara virtual. James Barnes, seorang finalis olahraga virtual bersepeda berusia 32 tahun dari Afrika Selatan, menggambarkan acara ini sebagai "luar biasa."
Pekan Olimpiade Esports ini menunjukkan adanya upaya dalam mengakui dan menyatukan komunitas esport, meskipun belum ada rencana konkret untuk mengintegrasikan video game ke dalam program Olimpiade.
Pereira menegaskan bahwa game tembak-menembak tidak dimasukkan dalam acara ini karena kekerasan yang bertentangan dengan nilai-nilai Olimpiade. Menurutnya, "ada batasan yang jelas bahwa tembak-menembak tidak akan pernah diintegrasikan ke dalam kompetisi kami." Pereira menyampaikan bahwa penting untuk memastikan bahwa permainan yang dipilih untuk acara ini mempromosikan nilai-nilai Olimpiade.
Bagi para atlet yang berpartisipasi dalam Olympic Esports Week di Singapura, ini adalah kesempatan langka untuk bertemu secara langsung dengan rekan-rekan mereka setelah bertahun-tahun bersaing dalam acara virtual. James Barnes, seorang finalis olahraga virtual bersepeda berusia 32 tahun dari Afrika Selatan, menggambarkan acara ini sebagai "luar biasa."
Pekan Olimpiade Esports ini menunjukkan adanya upaya dalam mengakui dan menyatukan komunitas esport, meskipun belum ada rencana konkret untuk mengintegrasikan video game ke dalam program Olimpiade.
(sto)
Lihat Juga :