Viking Menepi Sejenak di Laga Persib vs Dewa United
Rabu, 12 Juli 2023 - 02:00 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, menyatakan bahwa tindakan ini adalah kelanjutan dari apa yang telah dilakukan oleh komunitas mereka pada pertandingan perdana Persib saat melawan Madura United pada Minggu (2/7/2023) lalu.
"Setelah walkout dalam pertandingan pertama, kami merasa bahwa PT PBB tidak mengalami perubahan dan respons mereka masih sama, seolah-olah mereka mengabaikan masalah yang terjadi. Seperti semua berjalan dengan baik-baik saja. Yang disayangkan adalah mereka tidak membuka ruang komunikasi," kata Tobias Ginanjar.
Berdasarkan alasan tersebut, Tobias memutuskan bahwa Viking Persib Club tidak akan hadir langsung di Stadion GBLA. Apalagi, ada tekanan dari distrik-distrik yang merupakan anggota komunitas mereka.
"Distrik-distrik merasa kesulitan, terutama terkait dengan kenaikan harga tiket yang mendadak tanpa diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Semua toilet masih sama dan fasilitas lainnya tetap seperti itu," ujarnya.
"Selain itu, yang paling utama adalah sistem pembelian tiket yang memberatkan. Kami tidak menolak sistem online karena kami sudah menerapkannya sejak musim lalu. Namun, sistem pembelian saat ini menjadi rumit karena harus melalui aplikasi yang harus diverifikasi. Ada yang verifikasinya cepat, ada yang lambat, dan setelah diverifikasi, harus membeli tiket secara individu. Namun, biasanya komunitas membeli tiket secara kolektif karena banyak yang datang rombongan dari luar kota dan sebagainya. Menurut kami, belum ada titik temu dari PT PBB karena mereka masih mengabaikan masalah ini," ungkapnya.
Selain itu, Tobias juga mengatakan bahwa aksi tidak hadir ke Stadion GBLA dilakukan untuk menguji kebenaran pernyataan PT PBB bahwa pendapatan klub dari tiket komunitas hanya sebesar 10 persen.
"Setelah walkout dalam pertandingan pertama, kami merasa bahwa PT PBB tidak mengalami perubahan dan respons mereka masih sama, seolah-olah mereka mengabaikan masalah yang terjadi. Seperti semua berjalan dengan baik-baik saja. Yang disayangkan adalah mereka tidak membuka ruang komunikasi," kata Tobias Ginanjar.
Berdasarkan alasan tersebut, Tobias memutuskan bahwa Viking Persib Club tidak akan hadir langsung di Stadion GBLA. Apalagi, ada tekanan dari distrik-distrik yang merupakan anggota komunitas mereka.
"Distrik-distrik merasa kesulitan, terutama terkait dengan kenaikan harga tiket yang mendadak tanpa diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Semua toilet masih sama dan fasilitas lainnya tetap seperti itu," ujarnya.
"Selain itu, yang paling utama adalah sistem pembelian tiket yang memberatkan. Kami tidak menolak sistem online karena kami sudah menerapkannya sejak musim lalu. Namun, sistem pembelian saat ini menjadi rumit karena harus melalui aplikasi yang harus diverifikasi. Ada yang verifikasinya cepat, ada yang lambat, dan setelah diverifikasi, harus membeli tiket secara individu. Namun, biasanya komunitas membeli tiket secara kolektif karena banyak yang datang rombongan dari luar kota dan sebagainya. Menurut kami, belum ada titik temu dari PT PBB karena mereka masih mengabaikan masalah ini," ungkapnya.
Selain itu, Tobias juga mengatakan bahwa aksi tidak hadir ke Stadion GBLA dilakukan untuk menguji kebenaran pernyataan PT PBB bahwa pendapatan klub dari tiket komunitas hanya sebesar 10 persen.
Lihat Juga :