Akhir Persaingan Kompetisi Domestik di Benua Eropa
Selasa, 28 Juli 2020 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
Gol-gol dari Cristiano Ronaldo (45+7) dan Federico Bernardeschi (67) membuat Juve kokoh di klasemen sementara Seri A dengan 83 poin, Unggul tujuh poin dari rival terdekat Inter Milan, Leonardo Bonucci dkk tidak mungkin terkejar meski memiliki dua pertandingan sisa.
Bagi Juve, ini merupakan gelar kesembilan beruntun Juve setelah musim 2011/2012, 2012/2013, 2013/2014, 2014/2015, 2015/2016, 2016/2017, 2017/2018, 2018/2019. Itu kian menasbihkan mereka sebagai tim terkuat di Seri A dengan mengoleksi gelar terbanyak (36 gelar).
Pelatih Juve Maurizio Sarri didaulat sebagai pelatih tertua yang memenangkan gelar Seri A, berusia 61 tahun dan 6 bulan. Sarri melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Nils Liedholm di AS Roma pada tahun 1983, berusia 60 tahun dan 7 bulan.
Keberhasilan membawa Juve menjadi klub pertama di lima kompetisi top Eropa yang menjuarai sembilan gelar berturut-turut membuat Sarri begitu semringah. Terlebih ini merupakan gelar keduanya dalam karier kepelatihannya setelah Liga Europa bersama Chelsea (2018/2019).
Sarri mengungkapkan menjuarai scudetto adalah sesuatu yang spesial. Dia mengatakan pekerjaannya terasa lebih mudah karena memiliki pemain-pemain berkualitas yang selalu termotivasi untuk menang. “Ini bukan seperti jalan di taman. Itu panjang, sulit, menegangkan, dan para pemain layak mendapat banyak pujian karena terus menemukan rasa lapar dan tekad untuk terus mengejar setelah delapan gelar scudetto berturut-turut,” kata Sarri, dilansir football-italia.net. (Baca juga: Keajaiban Kayangan Api, Tempat Semedi Pembuat Keris Majaphit)
Sarri juga menganggap dukungan dari petinggi klub sama pentingnya. Dia mengatakan Presiden Andrea Agnelli dan Direktur Fabio Paratici yang menghadiri sesi latihan setiap hari, datang bertukar ide, melihat apakah tim memerlukan sesuatu. Itulah salah satu kunci sukses Juve merajai Seri A selama bertahun-tahun.
Pelatih kelahiran Naples, Italia, tersebut tidak memungkiri masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki agar musim depan jauh lebih baik, terutama di lini pertahanan. Maklum, Juve menjadi klub dengan pertahanan terburuk yang menjuarai scudetto dalam 60 tahun terakhir.
Bagi Juve, ini merupakan gelar kesembilan beruntun Juve setelah musim 2011/2012, 2012/2013, 2013/2014, 2014/2015, 2015/2016, 2016/2017, 2017/2018, 2018/2019. Itu kian menasbihkan mereka sebagai tim terkuat di Seri A dengan mengoleksi gelar terbanyak (36 gelar).
Pelatih Juve Maurizio Sarri didaulat sebagai pelatih tertua yang memenangkan gelar Seri A, berusia 61 tahun dan 6 bulan. Sarri melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Nils Liedholm di AS Roma pada tahun 1983, berusia 60 tahun dan 7 bulan.
Keberhasilan membawa Juve menjadi klub pertama di lima kompetisi top Eropa yang menjuarai sembilan gelar berturut-turut membuat Sarri begitu semringah. Terlebih ini merupakan gelar keduanya dalam karier kepelatihannya setelah Liga Europa bersama Chelsea (2018/2019).
Sarri mengungkapkan menjuarai scudetto adalah sesuatu yang spesial. Dia mengatakan pekerjaannya terasa lebih mudah karena memiliki pemain-pemain berkualitas yang selalu termotivasi untuk menang. “Ini bukan seperti jalan di taman. Itu panjang, sulit, menegangkan, dan para pemain layak mendapat banyak pujian karena terus menemukan rasa lapar dan tekad untuk terus mengejar setelah delapan gelar scudetto berturut-turut,” kata Sarri, dilansir football-italia.net. (Baca juga: Keajaiban Kayangan Api, Tempat Semedi Pembuat Keris Majaphit)
Sarri juga menganggap dukungan dari petinggi klub sama pentingnya. Dia mengatakan Presiden Andrea Agnelli dan Direktur Fabio Paratici yang menghadiri sesi latihan setiap hari, datang bertukar ide, melihat apakah tim memerlukan sesuatu. Itulah salah satu kunci sukses Juve merajai Seri A selama bertahun-tahun.
Pelatih kelahiran Naples, Italia, tersebut tidak memungkiri masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki agar musim depan jauh lebih baik, terutama di lini pertahanan. Maklum, Juve menjadi klub dengan pertahanan terburuk yang menjuarai scudetto dalam 60 tahun terakhir.
Lihat Juga :