Drama Penutup Liga Primer, Ironi Leicester City Tergusur 'Raja Penalti'
Selasa, 28 Juli 2020 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
“Vardy adalah pemain brilian. Dia adalah roh permainan Leicester. Dia pantas mendapatkan yang terbaik. Mencetak 23 gol dan mengungguli penyerang-penyerang kelas dunia lainnya menggambarkan kerja keras yang dilakukannya sepanjang musim ini,” ujar Rodgers. (Baca juga: 9 Pemimpin Militer Paling Berdarah Sepanjang Sejarah)
Kekalahan Leicester jelas menguntungkan MU. Eksekusi penalti Bruno Fernandes (71) dan gol Jesse Lingard (90+8) memastikan The Red Devils finis di urutan ketiga klasemen akhir dengan 66 poin, unggul selisih gol dari Chelsea yang berada di urutan keempat.
Sukses MU bukan tanpa kritik. Salah satunya terkait banyaknya penalti yang didapat The Red Devils. Sepanjang musim ini, MU telah mendapatkan 14 penalti di Liga Primer. Angka ini merupakan terbanyak untuk tim dalam satu musim tunggal dalam sejarah Liga Primer. Wajar jika banyak yang mencibir Harry Maguire dkk sebagai raja penalti karena sering diuntungkan keputusan-keputusan wasit.
Namun, Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer tak mau ambil pusing. Dia gembira karena MU memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 14 pertandingan di Liga Primer, rekor terpanjang tanpa kekalahan mereka dalam kompetisi sejak April 2017. (Baca juga: Keajaiban Kayangan Api, Tempat Semedi Pembuat Keris Majapahit)
Selain itu, MU mencatatkan finis empat besar di Liga Primer untuk kedua kali dalam lima musim dan ketiga kali dalam tujuh musim sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013. “Kami harus belajar memenangkan pertandingan seperti ini. Tenaga kami memang terkuras. Kami tidak sama seperti beberapa pertandingan sebelumnya, tapi kami berhasil meraih banyak poin dan gol. Para pemain telah bekerja sangat keras,” ujar Solskjaer.
Kekalahan Leicester jelas menguntungkan MU. Eksekusi penalti Bruno Fernandes (71) dan gol Jesse Lingard (90+8) memastikan The Red Devils finis di urutan ketiga klasemen akhir dengan 66 poin, unggul selisih gol dari Chelsea yang berada di urutan keempat.
Sukses MU bukan tanpa kritik. Salah satunya terkait banyaknya penalti yang didapat The Red Devils. Sepanjang musim ini, MU telah mendapatkan 14 penalti di Liga Primer. Angka ini merupakan terbanyak untuk tim dalam satu musim tunggal dalam sejarah Liga Primer. Wajar jika banyak yang mencibir Harry Maguire dkk sebagai raja penalti karena sering diuntungkan keputusan-keputusan wasit.
Namun, Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer tak mau ambil pusing. Dia gembira karena MU memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 14 pertandingan di Liga Primer, rekor terpanjang tanpa kekalahan mereka dalam kompetisi sejak April 2017. (Baca juga: Keajaiban Kayangan Api, Tempat Semedi Pembuat Keris Majapahit)
Selain itu, MU mencatatkan finis empat besar di Liga Primer untuk kedua kali dalam lima musim dan ketiga kali dalam tujuh musim sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013. “Kami harus belajar memenangkan pertandingan seperti ini. Tenaga kami memang terkuras. Kami tidak sama seperti beberapa pertandingan sebelumnya, tapi kami berhasil meraih banyak poin dan gol. Para pemain telah bekerja sangat keras,” ujar Solskjaer.
Lihat Juga :