Mike Tyson Ungkapkan Alasan Kerja Sama dengan Perusahaan Ganja Israel
Jum'at, 21 Juli 2023 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
"Sesuatu yang saya tidak pernah saya percaya dalam sejuta tahun (bisa) terjadi. Saya memiliki tim terhebat di dunia, dan saya sangat beruntung berada di posisi ini," kata Mike Tyson dikutip dari Fox, Jumat (21/7/2023).
Baca Juga: Sosok Terence Crawford, si Pembuat Onar yang Pernah Dikeluarkan dari 5 Sekolah
"Jadi, saya mendapatkan petani ganja terhebat di dunia dan kebetulan saya bergabung dengan tim saya. Kami menjadi mitra bisnis dan saya dapat memanfaatkan dan memanipulasi industri ganja," ucapnya.
Kerja sama antara Tyson Holistic dengan InterCure melahirkan merek baru, yakni Tyson 2.0. Nantinya kerja sama tersebut akan membuat Tyson 2.0 didistribusikan ke Jerman, Australia, Inggris, Eropa dan sekitarnya.
Sementara Ketua InterCure dan mantan perdana menteri Israel, Ehud Barak memiliki alasan untuk melakukan kerja sama dengan Mike Tyson. Menurutnya, produk Tyson memiliki kualitas ganja terbaik, sehingga InterCure mau bekerja sama.
"Terkenal dengan kualitas bunga (ganjanya), konsentrat, bahan habis pakai, makanan yang dapat dimakan, dan genetika serta produknya," ujarnya.
Baca Juga: Sosok Terence Crawford, si Pembuat Onar yang Pernah Dikeluarkan dari 5 Sekolah
"Jadi, saya mendapatkan petani ganja terhebat di dunia dan kebetulan saya bergabung dengan tim saya. Kami menjadi mitra bisnis dan saya dapat memanfaatkan dan memanipulasi industri ganja," ucapnya.
Kerja sama antara Tyson Holistic dengan InterCure melahirkan merek baru, yakni Tyson 2.0. Nantinya kerja sama tersebut akan membuat Tyson 2.0 didistribusikan ke Jerman, Australia, Inggris, Eropa dan sekitarnya.
Sementara Ketua InterCure dan mantan perdana menteri Israel, Ehud Barak memiliki alasan untuk melakukan kerja sama dengan Mike Tyson. Menurutnya, produk Tyson memiliki kualitas ganja terbaik, sehingga InterCure mau bekerja sama.
"Terkenal dengan kualitas bunga (ganjanya), konsentrat, bahan habis pakai, makanan yang dapat dimakan, dan genetika serta produknya," ujarnya.
Lihat Juga :