Casey Stoner Yakin Dominasi Ducati Bikin Yamaha Kehilangan Motivasi di MotoGP
Senin, 24 Juli 2023 - 04:04 WIB
loading...
Casey Stoner Yakin Dominasi Ducati Bikin Yamaha Kehilangan Motivasi di MotoGP
A
A
A
GOODWOOD - Casey Stoner, mantan bintang MotoGP , menilai bahwa Yamaha kini telah kehilangan motivasi untuk bersaing di papan atas MotoGP. Menurutnya, salah satu faktornya adalah dominasi Ducati di kelas utama pada akhir musim 2022.
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, berhasil mempersembahkan gelar juara MotoGP 2021 untuk tim pabrikan Iwata yang telah puasa gelar selama enam tahun. Dia pun berpeluang besar meraih titel keduanya secara berturut-turut setelah unggul 91 poin pada paruh pertama musim 2022.
Baca Juga: Miguel Oliveira Calon Juara Dunia MotoGP
Namun, bintang asal Prancis itu mengalami penurunan performa yang cukup drastis di paruh kedua MotoGP 2022. Akibatnya, pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, berhasil menyalipnya dan keluar sebagai juara dengan keunggulan 17 poin, mencatatkan comeback terhebat dalam sejarah kompetisi.
Pada MotoGP 2023, Pecco -sapaan Bagnaia- terus mendominasi dengan meraih empat kemenangan dari lima podium yang didapatnya pada paruh pertama musim ini. Sang juara bertahan bercokol di puncak klasemen dengan torehan 194 poin, unggul 35 dan 36 poin dari dua rider Ducati lainnya, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.
Bahkan, lima pembalap Ducati menempati posisi enam teratas klasemen sementara MotoGP 2023. Sementara El Diablo -julukan Quartararo- menghadapi kesulitan untuk bersaing di papan atas musim ini, hanya naik podium sekali dan terdampar di peringkat sembilan dengan raihan 64 poin.
Baru-baru ini, Stoner menyatakan bahwa tim pabrikan Jepang, Yamaha dan Honda, sulit mengembangkan perangkat aerodinamika seperti yang dilakukan Ducati sehingga mereka kalah bersaing dari tim-tim pabrikan Eropa. Selain itu, menurutnya, Yamaha juga kurang memiliki komitmen kuat untuk membantu Quartararo meraih gelar MotoGP 2022 sehingga mereka menghadapi tantangan di musim ini.
Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, berhasil mempersembahkan gelar juara MotoGP 2021 untuk tim pabrikan Iwata yang telah puasa gelar selama enam tahun. Dia pun berpeluang besar meraih titel keduanya secara berturut-turut setelah unggul 91 poin pada paruh pertama musim 2022.
Baca Juga: Miguel Oliveira Calon Juara Dunia MotoGP
Namun, bintang asal Prancis itu mengalami penurunan performa yang cukup drastis di paruh kedua MotoGP 2022. Akibatnya, pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, berhasil menyalipnya dan keluar sebagai juara dengan keunggulan 17 poin, mencatatkan comeback terhebat dalam sejarah kompetisi.
Pada MotoGP 2023, Pecco -sapaan Bagnaia- terus mendominasi dengan meraih empat kemenangan dari lima podium yang didapatnya pada paruh pertama musim ini. Sang juara bertahan bercokol di puncak klasemen dengan torehan 194 poin, unggul 35 dan 36 poin dari dua rider Ducati lainnya, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.
Bahkan, lima pembalap Ducati menempati posisi enam teratas klasemen sementara MotoGP 2023. Sementara El Diablo -julukan Quartararo- menghadapi kesulitan untuk bersaing di papan atas musim ini, hanya naik podium sekali dan terdampar di peringkat sembilan dengan raihan 64 poin.
Baru-baru ini, Stoner menyatakan bahwa tim pabrikan Jepang, Yamaha dan Honda, sulit mengembangkan perangkat aerodinamika seperti yang dilakukan Ducati sehingga mereka kalah bersaing dari tim-tim pabrikan Eropa. Selain itu, menurutnya, Yamaha juga kurang memiliki komitmen kuat untuk membantu Quartararo meraih gelar MotoGP 2022 sehingga mereka menghadapi tantangan di musim ini.
Lihat Juga :