Nggak Main-main, Brian Mendoza: Kulukai Tim Tszyu Selama 12 Ronde
Kamis, 12 Oktober 2023 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
"Anda dapat melihat dalam beberapa laga terakhir saya. Ronde kelima, ronde keenam, dan ronde ketujuh, dan saya membawa kekuatan di akhir laga, dan saya baik-baik saja, anda tahu, berapapun lama laga yang harus saya jalani untuk meraih kemenangan itu. Itulah yang harus saya lakukan,"lanjutnya.
Baca Juga: Tim Tszyu Juara Dunia WBO, Incar Errol Spence, Crawford, Canelo
Mendoza akan bertarung untuk memperebutkan gelar WBO kelas 69,8 kg yang kini dimiliki Tszyu setelah badan yang berwenang mencopot sabuk juara tak terbantahkan, Jermell Charlo, dan mengangkat pemegang gelar interim, Tszyu, menjadi juara penuh.
Awalnya, Tim Tszyu adalah penantang wajib bagi Charlo, namun Charlo memilih untuk menghadapi Saul Canelo Alvarez, sehingga memaksa WBO untuk mengambil keputusan. "Saya juga ingin mengalahkan semua orang dalam divisi saya. Itu adalah bagian dari permainan ini, dan itulah mengapa saya mengatakan bahwa saat kami masuk ke dalam Circle, itu adalah perang. Kami mengincar tujuan yang sama, dan hanya satu yang akan keluar sebagai pemenang," kata Mendoza.
"Saya memiliki kepercayaan diri di pundak saya, dan tidak ada tekanan. Saya sudah merasakan kekalahan itu, dan saya tahu saya tidak ingin mengalaminya lagi. Jadi, rasa lapar adalah hal yang membuat perbedaan di sini, dan saya merasa itulah yang menambah rasa lapar saya lebih dari siapa pun,"tandasnya.
Baca Juga: Tim Tszyu Juara Dunia WBO, Incar Errol Spence, Crawford, Canelo
Mendoza akan bertarung untuk memperebutkan gelar WBO kelas 69,8 kg yang kini dimiliki Tszyu setelah badan yang berwenang mencopot sabuk juara tak terbantahkan, Jermell Charlo, dan mengangkat pemegang gelar interim, Tszyu, menjadi juara penuh.
Awalnya, Tim Tszyu adalah penantang wajib bagi Charlo, namun Charlo memilih untuk menghadapi Saul Canelo Alvarez, sehingga memaksa WBO untuk mengambil keputusan. "Saya juga ingin mengalahkan semua orang dalam divisi saya. Itu adalah bagian dari permainan ini, dan itulah mengapa saya mengatakan bahwa saat kami masuk ke dalam Circle, itu adalah perang. Kami mengincar tujuan yang sama, dan hanya satu yang akan keluar sebagai pemenang," kata Mendoza.
"Saya memiliki kepercayaan diri di pundak saya, dan tidak ada tekanan. Saya sudah merasakan kekalahan itu, dan saya tahu saya tidak ingin mengalaminya lagi. Jadi, rasa lapar adalah hal yang membuat perbedaan di sini, dan saya merasa itulah yang menambah rasa lapar saya lebih dari siapa pun,"tandasnya.
(aww)
Lihat Juga :