Aryono Miranat Beberkan Penyebab Bagas/Fikri Kalah di 2 Final Beruntun
Senin, 06 November 2023 - 06:06 WIB
loading...
Kurang percaya diri menjadi penyebab Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, selalu gagal merebut status juara di dua final secara beruntun / Foto: PBSI
A
A
A
Kurang percaya diri menjadi penyebab Bagas Maulana / Muhammad Shohibul Fikri , selalu gagal merebut status juara di dua final secara beruntun. Hal itu sebagaimana diungkapkan pelatih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat.
Bulan lalu, Bakri sebutan Bagas/Fikri tampil luar biasa. Mereka sukses menembus final di Denmark Open dan French Open 2023.
Namun keberhasilan tampil di final tak dituntaskan dengan baik. Pasangan rangking 10 dunia itu hanya mampu menjadi runner up dalam dua turnamen itu.
Baca Juga: Buka Kualifikasi PON Biliar, Hary Tanoe: Berikan yang Terbaik
Di final Denmark Open 2023, Bakri tumbang dari duet andalan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor 13-21 dan 17-21. Sementara di partai puncak French Open 2023, Bagas/Fikri bertekuk lutut dihadapan ganda putra senior Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmusen, melalui pertarungan tiga game 14-21, 21-10 dan 18-21.
Aryono menilai sebenarnya penampilan Bagas/Fikri dalam dua final tersebut tidaklah buruk. Namun, menurutnya mereka kurang percaya diri dan juga tertekan serta ada rasa cepat puas setelah mampu meningkatkan performa mereka dan melangkah ke final.
"Kemarin itu (di dua inal) sebenarnya mereka main bagus, cuma mungkin terlalu kurang percaya diri, mungkin cepat puas juga, terus pressurenya tinggi," kata Aryono saat ditemui di Pelatnas PBSI, belum lama ini.
Bulan lalu, Bakri sebutan Bagas/Fikri tampil luar biasa. Mereka sukses menembus final di Denmark Open dan French Open 2023.
Namun keberhasilan tampil di final tak dituntaskan dengan baik. Pasangan rangking 10 dunia itu hanya mampu menjadi runner up dalam dua turnamen itu.
Baca Juga: Buka Kualifikasi PON Biliar, Hary Tanoe: Berikan yang Terbaik
Di final Denmark Open 2023, Bakri tumbang dari duet andalan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor 13-21 dan 17-21. Sementara di partai puncak French Open 2023, Bagas/Fikri bertekuk lutut dihadapan ganda putra senior Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmusen, melalui pertarungan tiga game 14-21, 21-10 dan 18-21.
Aryono menilai sebenarnya penampilan Bagas/Fikri dalam dua final tersebut tidaklah buruk. Namun, menurutnya mereka kurang percaya diri dan juga tertekan serta ada rasa cepat puas setelah mampu meningkatkan performa mereka dan melangkah ke final.
"Kemarin itu (di dua inal) sebenarnya mereka main bagus, cuma mungkin terlalu kurang percaya diri, mungkin cepat puas juga, terus pressurenya tinggi," kata Aryono saat ditemui di Pelatnas PBSI, belum lama ini.
Lihat Juga :