Momentum Sukses di Liga Europa, Solskjaer Harus Membuang Egoisme Pemain

Senin, 10 Agustus 2020 - 10:35 WIB
loading...
Momentum Sukses di Liga...
Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer memberikan pengarahan kepada tim yang diasuhnya. Foto/Reuters
A A A
KOLN - Manchester United (MU) berada dalam momentum bagus dan sukses di Liga Europa musim ini. Semua tak lepas dari keinginan Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer membayar utang pada The Red Devils.

Solskjaer mengatakan meraih gelar bersama MU akan terasa spesial. Perasaan itu bisa melebih apa yang dirasakan saat bergelimang trofi ketika masih menjadi pemain. Selama menjadi pemain MU pada 1996–2007, Solskjaer berhasil mendapatkan 12 gelar, yakni enam Liga Primer, dua Piala FA, dua Community Shield, serta satu Piala Dunia Antarklub 1999.

Deret gelar prestise saat menjadi pemain itu membuat Solskjaer merasa punya utang besar pada klub. “Saya berutang karier saya pada klub ini, jadi memenangkan sesuatu sebagai pelatih MU akan menjadi momen paling membanggakan dalam kehidupan sepak bola saya. Ini akan menjadi pencapaian terbesar,” ungkap Solskjaer dilansir dailymail. (Baca: Solskjaer Relakan Alexis Sanches ke Pangkuan Inter)

Karena itu, juru taktik asal Norwegia tersebut menegaskan, akan berusaha memaksimalkan peluang terbaik menjuarai Liga Europa musim ini atau yang kedua bagi MU setelah musim 2016/17 di era Jose Mourinho. Meskipun dengan cara meredam ambisi pribadi dari para pemainnya.

Solskjaer berulang kali menegaskan tidak ada anak emas dalam tim. Menurut dia, kepentingan tim lebih penting daripada gelar individu. Pemain egois yang hanya mengincar rekor pribadi harus bersiap menerima risiko tersingkir dari tim utama. Cara ini membuat hampir semua pemain tampil maksimal saat diturunkan. Paling gampang dilihat adalah soal produktivitas tim. Lihat saja bagaimana MU tak bergantung pada satu atau dua pemain. Semua mendapatkan kesempatan sama besar sehingga memunculkan rivalitas internal positif pada pemain.

Seperti yang diperlihatkan Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Mason Greedwood. “Bagi saya, tidak akan pernah ada rivalitas antarpemain dalam satu tim. Kami memiliki satu penyebab yang sama: menang. Jika saya merasakan pemain bermain untuk diri sendiri, penghargaan individu, saya tidak akan memiliki mereka di tim. Itu mudah,” kata mantan pelatih Molde tersebut. (Baca juga: Anies Baswedan Bikin Keok Kang Emil, Ganjar, dan Khofifah)

Situasi positif itu diharapkan berlanjut saat melawan Copenhagen di RheinEnergieStadion di Kota Koln, Jerman, pada pertandingan perempat final Liga Europa, dini hari nanti. Meski diunggulkan, Copenhagen tetap tidak bisa dianggap enteng. “Tim Stale (Solbakken) selalu terorganisasi dengan baik dan sulit dilawan. Pemain muda yang sangat berbakat dengan pengalaman. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” ujar Solskjaer.

Dari dua pertemuan, Copenhagen satu kali menang 1-0 (2/11/06) dan satu kali kalah 0-3 (18/10/06) di fase grup Liga Champions. “MU adalah favorit. Ini tentang menjalankan permainan kami sebaik mungkin. Mereka sangat cepat dan pandai melakukan serangan balik sejak (Bruno) Fernandes tiba,” kata Stale Solbakken, pelatih Copenhagen.

Ambisi besar juga dimiliki Inter Milan yang akan menghadapi Bayer Leverkusen di Merkur Spiel-Arena, Dusserdorf. Menemukan kembali stabilitas di bawah Antonio Conte pascafinis di urutan kedua klasemen akhir Seri A dan menyingkirkan Getafe 2-0 di babak 16 besar Liga Europa, (6/8), penyerang Romelu Lukaku menuturkan, I Nerazzurri telah memiliki mentalitas kuat sehingga harus dipertahankan bila ingin menjuarai Liga Europa pada musim ini.

Kepercayaan diri Lukaku mengacu pada statistik di mana Inter belum terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir. Samir Handanovic dkk juga selalu menang dalam dua pertemuan terakhir melawan Leverkusen. “Banyak hal terjadi di sepak bola, tapi kami sudah memikirkan pertandingan berikutnya. Kami ingin menang dan saya senang dengan hasil melawan Getafe. Tim terus berkembang dan penting bagi kami untuk melanjutkan mentalitas ini, keinginan untuk berkembang setiap hari,” kata Lukaku. (Lihat videonya: Gunung Sinabung Erupsi, Empat Kecamatan Tertutup Abu Vulkanik)

Menyadari Inter yang sedang on fire, Pelatih Leverkusen Peter Bosz mengindikasikan akan berusaha mendongkrak performa timnya. Dia menilai, Leverkusen harus meminimalisasikan kehilangan bola seperti saat mengalahkan Glasgow Rangers 1-0 (6/8) di laga kedua 16 besar (Leverkusen menang agregat 4-1).

“Hal terpenting adalah jangan sampai kehilangan terlalu banyak bola dengan mudah. Itu terjadi terlalu sering saat melawan Rangers. Jika itu terjadi ketika menghadapi tim sekuat Inter, mereka akan menghukum Anda,” ujar Bosz. (Alimansyah)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Jersey Sepak Bola...
10 Jersey Sepak Bola Terbaik Musim Depan: Nostalgia Liverpool hingga MU Menyala!
Aston Villa Juara Liga...
Aston Villa Juara Liga Europa, Unai Emery Borong 5 Trofi Eropa Sejajar Ancelotti dan Mourinho
Aston Villa Juara Liga...
Aston Villa Juara Liga Europa, Hapus Dahaga Gelar 30 Tahun
Freiburg vs Aston Villa...
Freiburg vs Aston Villa Berebut Gelar Juara UEFA Europa League 2025/26, Streaming di VISION+
Gol Man United Berbau...
Gol Man United Berbau Handball Tetap Disahkan, Begini Penjelasan Premier League
Manchester United Finis...
Manchester United Finis 3 Besar Liga Inggris usai Kalahkan Nottingham Forest
Rumah Tangga Yura Yunita...
Rumah Tangga Yura Yunita Dikira Terancam Gegara Manchester United
Erik ten Hag Dipecat...
Erik ten Hag Dipecat Usai Manchester United Dihajar West Ham
Hancurkan Southampton...
Hancurkan Southampton 0-3, Manchester United Tembus Peringkat Kedelapan
Special Bola
Profil Osmar Loss, Calon...
Bola Dunia
Profil Osmar Loss, Calon Pelatih Persib Bandung yang Bergelimang Trofi di Asia!
Hasil Timnas Amerika...
Bola Dunia
Hasil Timnas Amerika Serikat vs Bosnia-Herzegovina di 32 Besar Piala Dunia 2026: Diwarnai Kartu Merah, AS Lolos 16 Besar
Jadwal Perempatfinal...
Bola Dunia
Jadwal Perempatfinal Piala Dunia 2026: Timnas Brasil vs Norwegia hingga Meksiko vs Inggris!
Rekomendasi
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Berita Terkini
Sebastian Beccacece...
Sebastian Beccacece Mundur Setelah Ekuador Tersingkir di Piala Dunia 2026
Amerika Serikat Lolos...
Amerika Serikat Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Tantang Belgia Usai Tekuk Bosnia
Inggris vs Meksiko di...
Inggris vs Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, Tuchel Waspadai Tipisnya Oksigen Azteca
Indonesian Padel League...
Indonesian Padel League 2026 Dimulai Agustus, Kompetisi Padel Masuk Era Profesional
Penalti Menit Akhir...
Penalti Menit Akhir Belgia Paksa Senegal Angkat Koper
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved