Ryan Garcia Ancam Devin Haney: Aku Tak Main-main, Berdoalah untuk Devin
Senin, 12 Februari 2024 - 05:55 WIB
loading...
A
A
A
Terhadap Bill Haney, ayah-pelatih-manajer Devin, Garcia tidak terlalu peduli. "Bill Haney harus menghentikan permainan mucikari," kata Haney, mengacu pada komentar yang dibuat Haney yang lebih tua baru-baru ini. "Dia menjadi mucikari untuk anaknya sendiri. Katakan padanya untuk pergi."
Pertarungan ini menandai upaya pertama Garcia untuk meraih gelar juara dunia. Ryan Garcia (24-1, 20 KO) mengalami kekalahan pertama dalam kariernya tahun lalu saat menghadapi Gervonta Davis, petinju Amerika Serikat yang bisa dibilang sebagai petinju yang paling berharga saat ini, dan kalah KO pada ronde ketujuh.
Baca Juga: Mewah! Jet Pribadi Rp1,1 triliun Tyson Fury, Disewakan Rp257 Juta Per Jam
Haney (31-0, 15 KO) telah muncul sebagai salah satu petarung terbaik dalam olahraga ini dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjadi juara kelas ringan tak terbantahkan pada bulan Juni 2022 dengan kemenangan mutlak atas George Kambosos, sebuah hasil yang ia ulangi dalam pertandingan ulang yang diwajibkan oleh kontrak empat bulan kemudian.
Haney melanjutkannya tahun lalu dengan mempertahankan gelarnya melawan pemegang gelar tiga divisi, Vasiliy Lomachenko, dengan kemenangan mutlak yang cukup kontroversial. Segera setelah itu, Haney naik ke kelas 63,5 kg untuk pertama kalinya pada bulan Desember menghadapi pemegang gelar kelas ringan super WBC, Regis Prograis. Haney mendominasi Prograis yang sangat dihormati selama 12 ronde untuk meraih kemenangan mutlak.
Pertarungan ini menandai upaya pertama Garcia untuk meraih gelar juara dunia. Ryan Garcia (24-1, 20 KO) mengalami kekalahan pertama dalam kariernya tahun lalu saat menghadapi Gervonta Davis, petinju Amerika Serikat yang bisa dibilang sebagai petinju yang paling berharga saat ini, dan kalah KO pada ronde ketujuh.
Baca Juga: Mewah! Jet Pribadi Rp1,1 triliun Tyson Fury, Disewakan Rp257 Juta Per Jam
Haney (31-0, 15 KO) telah muncul sebagai salah satu petarung terbaik dalam olahraga ini dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjadi juara kelas ringan tak terbantahkan pada bulan Juni 2022 dengan kemenangan mutlak atas George Kambosos, sebuah hasil yang ia ulangi dalam pertandingan ulang yang diwajibkan oleh kontrak empat bulan kemudian.
Haney melanjutkannya tahun lalu dengan mempertahankan gelarnya melawan pemegang gelar tiga divisi, Vasiliy Lomachenko, dengan kemenangan mutlak yang cukup kontroversial. Segera setelah itu, Haney naik ke kelas 63,5 kg untuk pertama kalinya pada bulan Desember menghadapi pemegang gelar kelas ringan super WBC, Regis Prograis. Haney mendominasi Prograis yang sangat dihormati selama 12 ronde untuk meraih kemenangan mutlak.
(aww)
Lihat Juga :