Jago Povetkin Sumpal Mulut Besar Whyte, Pulev: AJ Dulu Baru Aku KO Dia

loading...
Jago Povetkin Sumpal Mulut Besar Whyte, Pulev: AJ Dulu Baru Aku KO Dia
Jago Povetkin Sumpal Mulut Besar Whyte, Pulev: AJ Dulu Baru Aku KO Dia/Sky Sports
A+ A-
LAS VEGAS - Penantang wajib IBF Kubrat Pulev menjagokan Alexander Povetkin membungkam mulut besar Dillian Whyte dalam Fight Camp tinju Kelas Berat pada 22 Agustus di Brentwood, Inggris. Pulev tidak menyukai mulut besar Whyte - yang tidak asing mengumbar omong kosong kepada siapa saja dan semua orang. Sementara ia memandang kontes itu sebagai proposisi 50-50, Pulev menginginkan Povetkin, pemenang medali emas Olimpiade dan mantan juara tinju Kelas Berat WBA, untuk mengangkat tangannya di pengujung Sabtu malam. Bagi Whyte, duel melawan Povetkin akan mempertaruhkan status penantang wajib sabuk Kelas Berat WBC.

"Ini pertarungan yang sangat menarik, mereka berdua adalah petinju yang sangat bagus. Povektin adalah amatir yang sangat baik. Kami tahu tinju profesional itu berbeda dan kami tahu Whyte adalah petinju profesional 100 persen. Saya 50-50 tapi saya harap Povetkin menang. Saya mengenalnya secara pribadi dan dia orang yang sangat baik yang tidak banyak bicara,"kata Pulev kepada Betway Insider. "Di sisi lain, Dillian Whyte berbicara terlalu banyak omong kosong. Dia selalu memelintir dan membicarakan omong kosong; bicara, bicara terlalu banyak. Aku tidak suka ini,"ketusnya. Baca Juga: Musuhan dengan Joshua dan Fury, Hearn Takut Whyte Serang Povetkin di Hotel

Pulev didapuk untuk pertarungan wajibnya dengan juara dunia Kelas Berat WBA, IBF, IBO, WBO Anthony Joshua (AJ). Pertarungan ditargetkan untuk bulan Desember. Jika Whyte menang Sabtu malam depan, maka Pulev akan sangat ingin menghadapinya - asalkan petarung Bulgaria itu mengalahkan Joshua. "Saya ingin melawan Whyte setelah saya menang dengan AJ, saya ingin bertarung dengan Dillian Whyte dan saya ingin menunjukkan kepadanya KO yang sangat istimewa. Saya berjanji kepadanya,"kata Pulev.

(aww)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top