Air Mata La Dea di Estadio do Sport Lisboa
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
“Kebobolan pada menit-menit akhir lebih menyakitkan. Kami mencapai menit ke-90 dengan keunggulan. Kami benar-benar siap dalam permainan, memiliki peluang, dan bisa bermain lebih baik dalam beberapa serangan balik. Tapi, sekali lagi, ini semua adalah tentang detail,” kata Gasperini, dilansir football-italia.net.
Faktor lain yang membuat Atalanta terlihat begitu kedodoran karena mereka bermain dua kali sepekan sepanjang Juli untuk menyelesaikan Seri A. Sementara PSG jauh lebih segar karena hanya menjalani dua pertandingan kompetitif sejak Maret. (Baca juga: Ilmuwan Jepang Bangunkan Mikroba yang tertidur Selama 100 Juta Tahun)
Kendati demikian, Gasperini enggan menjadikan hal itu sebagai kambing hitam. Pelatih berusia 62 tahun tersebut tetap membawa pasukannya pulang dengan kepala tegak. Dia bangga karena Atalanta telah berjuang luar biasa di Liga Champions sehingga fans mereka di Bergamo layak berpesta atas prestasi luar biasa tim.
Tidak diunggulkan sejak awal, Atalanta yang memiliki komposisi skuad sederhana benar-benar mengejutkan publik. Mengandalkan permainan kolektif dan disiplin tinggi, mereka keluar sebagai runner-up Grup C mendampingi Manchester City (Man City). Rafael Toloi dkk menyisihkan Valencia dengan agregat 8-4 di babak 16 besar sebelum kandas di tangan PSG.
Terlebih keberhasilan menduduki urutan ketiga klasmen akhir Seri A memastikan La Dea lolos ke fase grup Liga Champions musim depan. Hal itu membuat Gasperini bersemangat dan berharap Atalanta menunjukkan konsistensi penampilan seperti musim ini.
“Kami sangat kecewa karena merasa hampir mencapai semifinal. Itu akan luar biasa, tapi ini juga luar biasa. Kami ingin meningkatkan musim depan, mungkin bukan dalam hasil, tapi sebagai tim,”ujar pernyataan Atalanta.
Faktor lain yang membuat Atalanta terlihat begitu kedodoran karena mereka bermain dua kali sepekan sepanjang Juli untuk menyelesaikan Seri A. Sementara PSG jauh lebih segar karena hanya menjalani dua pertandingan kompetitif sejak Maret. (Baca juga: Ilmuwan Jepang Bangunkan Mikroba yang tertidur Selama 100 Juta Tahun)
Kendati demikian, Gasperini enggan menjadikan hal itu sebagai kambing hitam. Pelatih berusia 62 tahun tersebut tetap membawa pasukannya pulang dengan kepala tegak. Dia bangga karena Atalanta telah berjuang luar biasa di Liga Champions sehingga fans mereka di Bergamo layak berpesta atas prestasi luar biasa tim.
Tidak diunggulkan sejak awal, Atalanta yang memiliki komposisi skuad sederhana benar-benar mengejutkan publik. Mengandalkan permainan kolektif dan disiplin tinggi, mereka keluar sebagai runner-up Grup C mendampingi Manchester City (Man City). Rafael Toloi dkk menyisihkan Valencia dengan agregat 8-4 di babak 16 besar sebelum kandas di tangan PSG.
Terlebih keberhasilan menduduki urutan ketiga klasmen akhir Seri A memastikan La Dea lolos ke fase grup Liga Champions musim depan. Hal itu membuat Gasperini bersemangat dan berharap Atalanta menunjukkan konsistensi penampilan seperti musim ini.
“Kami sangat kecewa karena merasa hampir mencapai semifinal. Itu akan luar biasa, tapi ini juga luar biasa. Kami ingin meningkatkan musim depan, mungkin bukan dalam hasil, tapi sebagai tim,”ujar pernyataan Atalanta.
Lihat Juga :