Duel 'Mantan Jawara' di Semifinal Liga Europa
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mendulang kemenangan, Solskjaer akan menurunkan komposisi terbaik. Anthony Martial diplot sebagai ujung tombak dengan dukungan Marcus Rashford, Mason Greenwood, Bruno Fernandes, Paul Pogba, dan Nemanja Matic. Sementara Maguire dan Victor Lindelof menjaga sektor pertahanan.
Kinerja lini depan harus ditingkatkan mengingat ketidakmampuan mereka mencetak gol saat menang 1-0 melawan FC Copenhagen di perempat final Liga Europa , Senin (10/8). MU terbilang beruntung lantaran mendapatkan penalti yang dicetak Bruno Fernandes di masa perpanjangan waktu.
Solskjaer pun menekankan semifinal kali ini ibarat final. Berdasarkan peraturan UEFA, pertandingan semifinal kali ini hanya berlangsung satu kali lantaran pandemi Covid-19. Padahal, ketika normal, pertandingan berlangsung dua leg. (Baca: Turki-Yunani memanas, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya)
“Ini seperti kejuaraan Eropa atau Piala Dunia, Anda tidak mendapatkan kesempatan kedua dan hanya tahu Anda harus memberikan segalanya di lapangan. Ini sedikit berbeda dengan yang biasa kami lakukan. Kami terbiasa dengan kandang dan tandang. Tapi, bagi saya, ini adalah skenario terbaik sehingga kami dapat menyelesaikan kompetisi ini,” papar Solskjaer.
MU memang tidak boleh lengah mengingat Sevilla juga begitu ngotot untuk mendulang kemenangan demi membuka jalan ke final sekaligus menjuarai Liga Europa keenam sepanjang sejarah.
Tim berjuluk Los Nervionenses itu berada dalam bentuk terbaik dengan tidak terkalahkan dalam 19 pertandingan terakhir, termasuk saat bersua AS Roma 2-0 di babak 16 besar, Kamis (6/8), dan wakil Inggris lainnya, Wolverhampton Wanderers, 1-0 di perempat final, Rabu (12/8).
Kepiawaian Pelatih Julen Lopetegui mengatur timnya dalam formasi 4-3-3 yang dengan cepat bisa menjadi 4-5-1 saat tidak menguasai bola, memungkinkan Sevilla bermain dengan intensitas, menekan tinggi, dan memburu lawan yang mencoba dan bermain dari belakang. Pergerakan dua bek sayap Jesús Navas dan Sergio Reguilón menjadi ancaman. Begitu juga Éver Banega yang bermain bagus di lini tengah.
Kinerja lini depan harus ditingkatkan mengingat ketidakmampuan mereka mencetak gol saat menang 1-0 melawan FC Copenhagen di perempat final Liga Europa , Senin (10/8). MU terbilang beruntung lantaran mendapatkan penalti yang dicetak Bruno Fernandes di masa perpanjangan waktu.
Solskjaer pun menekankan semifinal kali ini ibarat final. Berdasarkan peraturan UEFA, pertandingan semifinal kali ini hanya berlangsung satu kali lantaran pandemi Covid-19. Padahal, ketika normal, pertandingan berlangsung dua leg. (Baca: Turki-Yunani memanas, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya)
“Ini seperti kejuaraan Eropa atau Piala Dunia, Anda tidak mendapatkan kesempatan kedua dan hanya tahu Anda harus memberikan segalanya di lapangan. Ini sedikit berbeda dengan yang biasa kami lakukan. Kami terbiasa dengan kandang dan tandang. Tapi, bagi saya, ini adalah skenario terbaik sehingga kami dapat menyelesaikan kompetisi ini,” papar Solskjaer.
MU memang tidak boleh lengah mengingat Sevilla juga begitu ngotot untuk mendulang kemenangan demi membuka jalan ke final sekaligus menjuarai Liga Europa keenam sepanjang sejarah.
Tim berjuluk Los Nervionenses itu berada dalam bentuk terbaik dengan tidak terkalahkan dalam 19 pertandingan terakhir, termasuk saat bersua AS Roma 2-0 di babak 16 besar, Kamis (6/8), dan wakil Inggris lainnya, Wolverhampton Wanderers, 1-0 di perempat final, Rabu (12/8).
Kepiawaian Pelatih Julen Lopetegui mengatur timnya dalam formasi 4-3-3 yang dengan cepat bisa menjadi 4-5-1 saat tidak menguasai bola, memungkinkan Sevilla bermain dengan intensitas, menekan tinggi, dan memburu lawan yang mencoba dan bermain dari belakang. Pergerakan dua bek sayap Jesús Navas dan Sergio Reguilón menjadi ancaman. Begitu juga Éver Banega yang bermain bagus di lini tengah.
Lihat Juga :