Duel 'Mantan Jawara' di Semifinal Liga Europa

loading...
Duel Mantan Jawara di Semifinal Liga Europa
Foto/Koran SINDO
A+ A-
KOLN - Kelayakan Manchester United (MU) menjadi juara Liga Europa musim ini mendapatkan tantangan nyata kala bersua tim tersukses di kompetisi, Sevilla, pada babak semifinal, Senin (17/8/2020). Pertandingan yang berlangsung di Rhein Energie Stadion, Köln, Jerman, itu akan menjadi momentum bagi The Red Devils menuntaskan dendam.

MU tentu sudah sangat menantikan kesempatan ini. Maklum, mereka memiliki pengalaman pahit ketika disingkirkan Sevilla dengan agregat 1-2 di babak 16 besar Liga Champions musim 2017/2018 yang merupakan pertemuan pertama kedua tim di pertandingan kompetitif.

MU yang masih diasuh Jose Mourinho ditahan tanpa gol pada leg pertama di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan (21/2/18) dan takluk 1-2 di leg kedua yang berlangsung di Old Trafford (13/3/18). (Baca: Bentrok di Semifinal, Sevilla Punya Pengalaman Bungkam Manchester United)

Hal itu memantik semangat tempur Harry Maguire dkk. Pelatih Ole Gunnar Solskjaer bahkan mewanti-wanti pasukannya agar tidak boleh terpeleset melawan Sevilla untuk melaju ke final sekaligus memperbesar kans menjadi juara Liga Europa.

Terlebih The Red Devils telah membuang kesempatan emas di dua kompetisi domestik, kebetulan langkah mereka juga terhenti di semifinal. Di awal tahun, MU tersingkir di semifinal Piala Liga seusai kalah agregat 2-3 dari rival sekota, Manchester City. Sementara di semifinal Piala FA, MU takluk 1-3 dari Chelsea, Juli lalu.



“Kami telah menjalani dua semifinal sebelumnya di Piala Liga dan FA, tapi kami ingin melanjutkan ke langkah berikutnya. Mencapai semifinal adalah usaha yang bagus, lumayan, tapi itu tidak cukup untuk MU. Kami harus pastikan kegagalan di dua piala tersebut bisa membuat perbedaan. Saya pikir para pemain siap menghadapi Sevilla,” ungkap Solskjaer, dilansir manutd.com.

Pelatih asal Norwegia tersebut menilai pertandingan semifinal Liga Europa bukan sekedar masalah teknis, tapi juga mentalitas. Menurut Solskjaer, tim yang memiliki kedua faktor itu akan menang.

Untuk mendulang kemenangan, Solskjaer akan menurunkan komposisi terbaik. Anthony Martial diplot sebagai ujung tombak dengan dukungan Marcus Rashford, Mason Greenwood, Bruno Fernandes, Paul Pogba, dan Nemanja Matic. Sementara Maguire dan Victor Lindelof menjaga sektor pertahanan.

Kinerja lini depan harus ditingkatkan mengingat ketidakmampuan mereka mencetak gol saat menang 1-0 melawan FC Copenhagen di perempat final Liga Europa, Senin (10/8). MU terbilang beruntung lantaran mendapatkan penalti yang dicetak Bruno Fernandes di masa perpanjangan waktu.

Solskjaer pun menekankan semifinal kali ini ibarat final. Berdasarkan peraturan UEFA, pertandingan semifinal kali ini hanya berlangsung satu kali lantaran pandemi Covid-19. Padahal, ketika normal, pertandingan berlangsung dua leg. (Baca: Turki-Yunani memanas, Ini Perbandingan Kekuatan Militernya)



“Ini seperti kejuaraan Eropa atau Piala Dunia, Anda tidak mendapatkan kesempatan kedua dan hanya tahu Anda harus memberikan segalanya di lapangan. Ini sedikit berbeda dengan yang biasa kami lakukan. Kami terbiasa dengan kandang dan tandang. Tapi, bagi saya, ini adalah skenario terbaik sehingga kami dapat menyelesaikan kompetisi ini,” papar Solskjaer.

MU memang tidak boleh lengah mengingat Sevilla juga begitu ngotot untuk mendulang kemenangan demi membuka jalan ke final sekaligus menjuarai Liga Europa keenam sepanjang sejarah.

Tim berjuluk Los Nervionenses itu berada dalam bentuk terbaik dengan tidak terkalahkan dalam 19 pertandingan terakhir, termasuk saat bersua AS Roma 2-0 di babak 16 besar, Kamis (6/8), dan wakil Inggris lainnya, Wolverhampton Wanderers, 1-0 di perempat final, Rabu (12/8).

Kepiawaian Pelatih Julen Lopetegui mengatur timnya dalam formasi 4-3-3 yang dengan cepat bisa menjadi 4-5-1 saat tidak menguasai bola, memungkinkan Sevilla bermain dengan intensitas, menekan tinggi, dan memburu lawan yang mencoba dan bermain dari belakang. Pergerakan dua bek sayap Jesús Navas dan Sergio Reguilón menjadi ancaman. Begitu juga Éver Banega yang bermain bagus di lini tengah.

Lopetegui menganggap pertandingan kontra MU sangat prestisius karena reputasinya sebagai salah satu klub besar dunia. Dia mengindikasikan Sevilla bakal tertantang untuk memberikan seluruh kemampuan terbaik di lapangan dengan kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab.

“MU belum kalah dalam pertandingan Liga Primer sejak Januari. Mereka merupakan tim top dengan kekuatan besar. Satu-satunya hal yang akan membantu kami melewati kesulitan atau situasi apa pun. Yang kami temui pada level tinggi ini adalah ambisi, kegembiraan, dan keinginan untuk bersaing dengan tujuan untuk mengalahkan lawan yang hebat,” ujar Lopetegui. (Baca juga: Ilmuwan Jepang Bangunkan Mikroba yang Tertidur Selama 100 Juta Tahun)

Sementara itu, pada pertandingan semifinal lainnya, Inter Milan bakal bertemu Shakhtar Donetsk di Merkur Spiel-Arena, Selasa (18/8). Pasukan Antonio Conte bertekad melanjutkan tren bagus mereka yang belum terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir.

Dengan mengandalkan Romelu Lukaku yang telah menggelontorkan 17 gol di Liga Europa sejauh ini bersama rekannya, Lautaro Martinez, Inter semakin di atas angin. Pasalnya, di dua pertemuan sebelumnya di babak ketiga kualifikasi Liga Champions 2005/2006, Inter menang 2-0 atas Shakhtar pada leg pertama dan bermain 1-1 di leg kedua.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top