Deontay Wilder Kehilangan Cinta, Gairah, dan Rasa Lapar Bertarung
Selasa, 16 April 2024 - 14:17 WIB
loading...
Deontay Wilder Kehilangan Cinta, Gairah, dan Rasa Lapar Bertarung/Fox Sport
A
A
A
Deontay Wilder kehilangan cinta, gairah, dan rasa lapar bertarung saat menelan kekalahan memalukan dari Joseph Parker tahun lalu. Kini, Deontay Wilder, bangkit. Mantan juara kelas berat WBC, itu menemukan kembali gairahnya untuk bertinju setelah menghadapi berbagai kesulitan di dalam dan di luar ring.
Deontay Wilder akan menghadapi Zhilei Zhang di Arab Saudi pada tanggal 1 Juni sebagai bagian dari pertandingan Matchroom vs Queensberry Promotions 5v5 dan mantan juara dunia kelas berat WBC yang telah lama berkuasa ini mengakui bahwa pertarungan melawan Zhang akan menentukan kariernya.
Baca Juga: Artur Beterbiev Berbahaya, Dmitry Bivol: Aku Juara Tak Terbantahkan
Wilder memiliki rekor 43-3-1 (42 KO) dan petinju berusia 38 tahun ini baru saja mengalami kekalahan angka dari Joseph Parker pada bulan Desember lalu. Ia menjadi bagian dari tim Eddie Hearn sebagai pilihan 'Wildcard', karena setiap sasana promosi diperbolehkan untuk menggunakan satu petinju yang tidak dikontrak oleh mereka. "Saya merasa senang," kata Wilder. "Tidak ada yang menyangka saya dan Eddie akan bekerja sama, jadi ini adalah kejutan terbesar di sini."
Kemudian, berbicara tentang pengaruh Arab Saudi dalam dunia tinju, Wilder mengatakan: "Mereka menata ulang dan mengubah cara tinju dilakukan dan saya mencari karier akting setelahnya, Anda tidak perlu dipukul."
Deontay Wilder akan menghadapi Zhilei Zhang di Arab Saudi pada tanggal 1 Juni sebagai bagian dari pertandingan Matchroom vs Queensberry Promotions 5v5 dan mantan juara dunia kelas berat WBC yang telah lama berkuasa ini mengakui bahwa pertarungan melawan Zhang akan menentukan kariernya.
Baca Juga: Artur Beterbiev Berbahaya, Dmitry Bivol: Aku Juara Tak Terbantahkan
Wilder memiliki rekor 43-3-1 (42 KO) dan petinju berusia 38 tahun ini baru saja mengalami kekalahan angka dari Joseph Parker pada bulan Desember lalu. Ia menjadi bagian dari tim Eddie Hearn sebagai pilihan 'Wildcard', karena setiap sasana promosi diperbolehkan untuk menggunakan satu petinju yang tidak dikontrak oleh mereka. "Saya merasa senang," kata Wilder. "Tidak ada yang menyangka saya dan Eddie akan bekerja sama, jadi ini adalah kejutan terbesar di sini."
Kemudian, berbicara tentang pengaruh Arab Saudi dalam dunia tinju, Wilder mengatakan: "Mereka menata ulang dan mengubah cara tinju dilakukan dan saya mencari karier akting setelahnya, Anda tidak perlu dipukul."
Lihat Juga :