Jalan Berbeda PSG-Leipzig di Liga Champions
Selasa, 18 Agustus 2020 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Jaringan sepak bola Red Bull memungkinkannya mendapatkan talenta muda terbaik di dunia, mengembangkan bakat itu, lalu menjualnya untuk mendapat keuntungan. Dalam dua tahun terakhir, kerajaan sepak bola Red Bull telah menjual Naby Keita, Timo Werner, dan Erling Haaland, masing-masing dengan harga yang sangat mahal.
Padahal, Pemilik Leipzig, Dietrich Mateschitz adalah salah satu orang terkaya di dunia. Dia menempati posisi keempat dengan kekayaan senilai USD 16,5 Milyar dalam Daftar Miliarder 2020 Forbes yang dikeluarkan, April lalu. Mateschitz berada di atas pemilik Chelsea, Roman Abramovich yang menduduki peringkat ketujuh (USD 11,3 Milyar).
Tetapi, pengeluaran transfer bersih Leipzig dalam sejarah singkat mereka justru hanya sekitar USD120 juta menurut transfermarkt. Hebatnya, Itu sudah cukup untuk membawa mereka dari yang semula berada di tingkat kelima sepak bola Jerman, ke empat besar Liga Champions .
Leipzig memiliki pelatih termuda di Liga Champions dengan Julian Nagelsmann yang berusia 33 tahun. Mereka juga memiliki tim termuda yang tersisa di Liga Champions, dengan usia rata-rata hanya 24,7 tahun, dibandingkan dengan 29,2 tahun di Juventus, atau 28,1 tahun di Real Madrid.
Leipzig ini masih beberapa tahun dari puncaknya. dengan uang yang terus dihasilkan oleh lini produksi pemain Leipzig, klub dapat berinvestasi. Terpenting, Leipzig juga bisa sesekali kehilangan seorang pemain bintang dan terus menjadi semakin kuat. (Baca juga: 75 Tahun Merdeka, Politikuks PPP Ingatkan Akses Kesehatan dan Pendidikan)
Dukungan finansial yang kuat plus komposisi tim solid jelas menjadi modal bagi PSG dan Leipzig. Apabila salah satu dari klub ini mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya, Publik sepakbola tentu harus mulai memperhitungkan keduanya. Pembuktian tersebut harus ditunjukkan PSG dan Leipzig saat bertemu di Estadio do Sport, Lisbon, Portugal, dini hari nanti.
Semakin menarik lantaran menjadi pertemuan dua pelatih Jerman, Thomas Tuchel di PSG dan Nagelsmann di Leipzig. Bersama Hans-Dieter Flick, untuk pertama kalinya, Jerman mengirimkan tiga pelatihnya di semifinal Liga Champions. Itu sekaligus menjadi pertama kali dalam sejarah Liga Champions, tiga pelatih dari tiga negara yang sama berada di semifinal.
Bagi Tuchel, membawa PSG ke semifinal Liga Champions keduanya setelah musim 1994/95 adalah sebuah prestasi membanggakan. Bukan sekedar teknis, Tuchel menilai timnya telah memiliki kematangan dari sisi mentalitas seperti saat menang dramatis atas Atalanta 2-1 di babak perempat final, Kamis (13/8).
Padahal, Pemilik Leipzig, Dietrich Mateschitz adalah salah satu orang terkaya di dunia. Dia menempati posisi keempat dengan kekayaan senilai USD 16,5 Milyar dalam Daftar Miliarder 2020 Forbes yang dikeluarkan, April lalu. Mateschitz berada di atas pemilik Chelsea, Roman Abramovich yang menduduki peringkat ketujuh (USD 11,3 Milyar).
Tetapi, pengeluaran transfer bersih Leipzig dalam sejarah singkat mereka justru hanya sekitar USD120 juta menurut transfermarkt. Hebatnya, Itu sudah cukup untuk membawa mereka dari yang semula berada di tingkat kelima sepak bola Jerman, ke empat besar Liga Champions .
Leipzig memiliki pelatih termuda di Liga Champions dengan Julian Nagelsmann yang berusia 33 tahun. Mereka juga memiliki tim termuda yang tersisa di Liga Champions, dengan usia rata-rata hanya 24,7 tahun, dibandingkan dengan 29,2 tahun di Juventus, atau 28,1 tahun di Real Madrid.
Leipzig ini masih beberapa tahun dari puncaknya. dengan uang yang terus dihasilkan oleh lini produksi pemain Leipzig, klub dapat berinvestasi. Terpenting, Leipzig juga bisa sesekali kehilangan seorang pemain bintang dan terus menjadi semakin kuat. (Baca juga: 75 Tahun Merdeka, Politikuks PPP Ingatkan Akses Kesehatan dan Pendidikan)
Dukungan finansial yang kuat plus komposisi tim solid jelas menjadi modal bagi PSG dan Leipzig. Apabila salah satu dari klub ini mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya, Publik sepakbola tentu harus mulai memperhitungkan keduanya. Pembuktian tersebut harus ditunjukkan PSG dan Leipzig saat bertemu di Estadio do Sport, Lisbon, Portugal, dini hari nanti.
Semakin menarik lantaran menjadi pertemuan dua pelatih Jerman, Thomas Tuchel di PSG dan Nagelsmann di Leipzig. Bersama Hans-Dieter Flick, untuk pertama kalinya, Jerman mengirimkan tiga pelatihnya di semifinal Liga Champions. Itu sekaligus menjadi pertama kali dalam sejarah Liga Champions, tiga pelatih dari tiga negara yang sama berada di semifinal.
Bagi Tuchel, membawa PSG ke semifinal Liga Champions keduanya setelah musim 1994/95 adalah sebuah prestasi membanggakan. Bukan sekedar teknis, Tuchel menilai timnya telah memiliki kematangan dari sisi mentalitas seperti saat menang dramatis atas Atalanta 2-1 di babak perempat final, Kamis (13/8).
Lihat Juga :