Jalan Berbeda PSG-Leipzig di Liga Champions
Selasa, 18 Agustus 2020 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
“Kami memegang kendali penuh dibabak kedua saat melawan Atalanta, menemukan ritme kami dan para pemain yang datang dari bangku cadangan luar biasa, membuat perbedaan besar. Semua yang kami dapatkan tergantung mentalitas tim ini," puji Tuchel dilansir football-italia.net. (Baca juga: Bangun Jalan Tol terpanjang di Indonesia, Hutama Karya Pakai Produk Lokal)
Kejeliaan Tuchel bakal diuji dengan menentukan komposisi tim yang tepat. Maklum, dua pilar utama, Penjaga gawang, Keylor Navas dan Marco Verratti mengalami cedera. Posisi Navas akan diisi Sergio Rico. Berita baiknya, setelah menjalani suspensi. Angel Di Maria bisa tampil di lini tengah Bersama Leandro Paredes, Neymar Jr dan Marquinhos. Di lini depan, Kylian Mbappe berduet dengan Mauro Icardi.
![Jalan Berbeda PSG-Leipzig di Liga Champions]()
Optimisme dilontarkan Marquinhos. “Leipzig bermain tanpa rasa takut dan itu mereka perlihatkan sepanjang musim ini. Jadi, kami hanya harus melakukan yang terbaik dan bermain di level tertinggi kami,” tegas Marquinhos.
Sikap waspada Marquinhos didasari oleh kinerja Leipzig yang finish di urutan ketiga Bundesliga musim 2019/20. Dalam perjalanannya, Tim berjuluk Die Roten Bullen itu hanya kalah empat kali dari 34 pertandingan. Di Liga Champions musim ini, Leipzig terbilang impresif dengan menjuarai Grup G, menyingkirkan Tottenham Hotspur dengan aggregat 4-0 di 16 besar dan Atletico Madrid 2-1 di perempat final. (Lihat videonya: Bakso Merah Putih, Hidangan Menyambut Hari Kemerdekaan)
Keuntungan lainnya, Nagelsmann sangat mengenal Tuchel sejak masih bermain di Augsburg (2007-2008). Motivasi kian besar lantaran kala masih menangani 1899 Hoffenheim, Nagelsman mengalami dua kekalahan dan satu imbang melawan Tuchel bersama Dortmund.
Meski demikian, Nagelsmann mengaku menganggumi Tuchel dan skuad penuh bintang PSG sehingga meminta pasukannya menunjukkan permainan kolektif serta kinerja terbaik bila ingin lolos ke final. "PSG adalah tim penuh bintang. Anda bisa melihat betapa bagusnya kualitas yang mereka miliki. Tetapi, kami tidak takut," pungkas Nagelsmann. (Alimansyah)
Kejeliaan Tuchel bakal diuji dengan menentukan komposisi tim yang tepat. Maklum, dua pilar utama, Penjaga gawang, Keylor Navas dan Marco Verratti mengalami cedera. Posisi Navas akan diisi Sergio Rico. Berita baiknya, setelah menjalani suspensi. Angel Di Maria bisa tampil di lini tengah Bersama Leandro Paredes, Neymar Jr dan Marquinhos. Di lini depan, Kylian Mbappe berduet dengan Mauro Icardi.

Optimisme dilontarkan Marquinhos. “Leipzig bermain tanpa rasa takut dan itu mereka perlihatkan sepanjang musim ini. Jadi, kami hanya harus melakukan yang terbaik dan bermain di level tertinggi kami,” tegas Marquinhos.
Sikap waspada Marquinhos didasari oleh kinerja Leipzig yang finish di urutan ketiga Bundesliga musim 2019/20. Dalam perjalanannya, Tim berjuluk Die Roten Bullen itu hanya kalah empat kali dari 34 pertandingan. Di Liga Champions musim ini, Leipzig terbilang impresif dengan menjuarai Grup G, menyingkirkan Tottenham Hotspur dengan aggregat 4-0 di 16 besar dan Atletico Madrid 2-1 di perempat final. (Lihat videonya: Bakso Merah Putih, Hidangan Menyambut Hari Kemerdekaan)
Keuntungan lainnya, Nagelsmann sangat mengenal Tuchel sejak masih bermain di Augsburg (2007-2008). Motivasi kian besar lantaran kala masih menangani 1899 Hoffenheim, Nagelsman mengalami dua kekalahan dan satu imbang melawan Tuchel bersama Dortmund.
Meski demikian, Nagelsmann mengaku menganggumi Tuchel dan skuad penuh bintang PSG sehingga meminta pasukannya menunjukkan permainan kolektif serta kinerja terbaik bila ingin lolos ke final. "PSG adalah tim penuh bintang. Anda bisa melihat betapa bagusnya kualitas yang mereka miliki. Tetapi, kami tidak takut," pungkas Nagelsmann. (Alimansyah)
(ysw)
Lihat Juga :