alexametrics

Piala Asia 2019

Pelatih Thailand Jadi Korban Pertama Piala Asia 2019

loading...
Pelatih Thailand Jadi Korban Pertama Piala Asia 2019
Thailand memecat pelatih kepala Milovan Rajevac menyusul kekalahan dari India pada laga pembuka penyisihan Grup A Piala Asia 2019/Foto/football-tribe.com
A+ A-
ABU DHABI - Thailand memecat pelatih kepala Milovan Rajevac menyusul kekalahan 1-4 dari India pada laga pembuka penyisihan Grup A Piala Asia 2019 di Al Nahyan Stadium, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Minggu (6/1/2019).

Penampilan Thailand jauh dari mengesankan melawan India. Ini pertama kali dalam 32 tahun tim Gajah Perang itu kalah dari India.

Federasi Sepak bola Thailand (FAT) pun langsung bereaksi, Senin (7/1/2019) dengan menangguhkan kontrak mantan pelatih timnas Ghana dan Qatar itu dan menunjuk Sirisak Yodyadthai sebagai pelatih sementara.



"Meskipun para pemain dan tim pelatih sudah melakukan tugas terbaik mereka dalam pertandingan dengan India, saya yakin itu bukan format permainan yang diinginkan FA Thailand dan para pendukung tim," kata Presiden FA Thailand Somyot Poompanmoung dalam pernyataan seperti dilansir nationmultimedia.com.

"Saya dengan ini mengumumkan penangguhan kontrak Milovan Rajevac sebagai pelatih tim nasional Thailand."

Rajevac terpilih sebagai pelatih nasional Thailand pada April 2017 menggantikan Kiatsisak Senamuang. Bulan lalu, pelatih berusia 65 tahun itu gagal memimpin Thailand mempertahankan gelar Piala AFF 2018, setelah kalah dari Malaysia di semifinal karena aturan gol tandang.

Di Grup A Piala Asia 2019, Thailand bersaing dengan tuan rumah UEA, India, dan Bahrain. Tugas pertama Sirisak Yodyardthai akan menghadapi Bahrain di Al-Maktoum Stadium, Dubai, Kamis (10/1/2019).

India berada di puncak klasemen Grup A, dengan unggul tiga poin dari Bahrain dan tuan rumah Uni Emirat Arab yang masing-masing mengemas satu angka setelah ermain imbang 1-1.
(sha)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak