Guardiola Doakan Vincent Kompany Sukses di Bayern Muenchen
Senin, 27 Mei 2024 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Tugas Berat Indra Sjafri di Timnas Indonesia U-20: Diminta Cari Pemain dan Bangun Tim Terbaik
"Saya punya pendapat tertinggi tentang pekerjaannya, kepribadiannya, pengetahuannya tentang permainan, cara dia menangani media. Saya ingin Bayern mengambil keputusan terbaik, mereka pantas mendapatkannya," tambahnya.
Seperti diketahui, Guardiola sempat menjadi pelatih Muenchen selama tiga musim pada periode 2013-2016. Setelah itu, dia hijrah ke Man City dan melatih Kompany selama tiga musim karena mantan bek Timnas Belgia itu hengkang ke Anderlect pada musim panas 2019.
Setelah itu, Kompany menjadi pemain-pelatih di klub Liga Belgia itu sebelum akhirnya gantung sepatu pada Agustus 2020. Pelatih berusia 38 tahun itu kemudian pindah ke Burnley pada 2022.
Di Burnley, Kompany memainkan gaya sepakbola menyerang dengan mengandalkan build up dari lini belakang dan banyak menguasai bola. Pendekatan itu berhasil membawa tim berjuluk The Clarets itu berjaya di Championship, tetapi nampaknya mereka kalah kualitas pemain sehingga gagal di Liga Inggris.
"Saya punya pendapat tertinggi tentang pekerjaannya, kepribadiannya, pengetahuannya tentang permainan, cara dia menangani media. Saya ingin Bayern mengambil keputusan terbaik, mereka pantas mendapatkannya," tambahnya.
Seperti diketahui, Guardiola sempat menjadi pelatih Muenchen selama tiga musim pada periode 2013-2016. Setelah itu, dia hijrah ke Man City dan melatih Kompany selama tiga musim karena mantan bek Timnas Belgia itu hengkang ke Anderlect pada musim panas 2019.
Setelah itu, Kompany menjadi pemain-pelatih di klub Liga Belgia itu sebelum akhirnya gantung sepatu pada Agustus 2020. Pelatih berusia 38 tahun itu kemudian pindah ke Burnley pada 2022.
Di Burnley, Kompany memainkan gaya sepakbola menyerang dengan mengandalkan build up dari lini belakang dan banyak menguasai bola. Pendekatan itu berhasil membawa tim berjuluk The Clarets itu berjaya di Championship, tetapi nampaknya mereka kalah kualitas pemain sehingga gagal di Liga Inggris.
(yov)
Lihat Juga :