Ini Dia Juara Euro 2024 Versi AI
Kamis, 20 Juni 2024 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Prancis menjadi lawan terberat Inggris karena mereka juga memiliki peluang 48,1% untuk mencapai semifinal, 30,4% untuk mencapai final, dan 19,1% untuk memenangkan gelar. Peluang juara Jerman, Spanyol, dan Portugal masing-masing 12,4%, 9,8%, dan 9,2%.
Sebelum dimulainya Euro 2024, Opta memprediksi Jerman sebagai tuan rumah akan memenangkan pertandingan pembuka mereka. Hasilnya, Jerman mengalahkan Skotlandia dengan skor 5-1.
VN Express melansir, Kamis (20/6/2024) perusahaan perangkat lunak Belgia Luzmo menggunakan program AI Octopus dan platform cloud mereka untuk menjalankan simulasi pertandingan Euro 2024 sebanyak sejuta kali. Rata-rata, setiap 100 simulasi, Prancis memenangkan gelar sebanyak 22 kali, tertinggi di antara tim lainnya. Belgia, negara asal Luzmo, hanya memiliki peluang 3,4% untuk memenangkan trofi.
Baca Juga: Bisakah Tuan Rumah Jerman Jadi Juara Euro 2024? Inggris dan Perancis Jadi Unggulan
"Model itu sendiri pada dasarnya simulator pertandingan yang melihat hal-hal seperti peringkat menyerang tim, peringkat bertahan, kemudian memerhitungkan target potensial dan target yang diharapkan sebelum membandingkannya dengan tim lain untuk mendapatkan hasil akhir," kata Haroen Vermylen, CTO Luzmo, kepada The Register.
Sebelum dimulainya Euro 2024, Opta memprediksi Jerman sebagai tuan rumah akan memenangkan pertandingan pembuka mereka. Hasilnya, Jerman mengalahkan Skotlandia dengan skor 5-1.
VN Express melansir, Kamis (20/6/2024) perusahaan perangkat lunak Belgia Luzmo menggunakan program AI Octopus dan platform cloud mereka untuk menjalankan simulasi pertandingan Euro 2024 sebanyak sejuta kali. Rata-rata, setiap 100 simulasi, Prancis memenangkan gelar sebanyak 22 kali, tertinggi di antara tim lainnya. Belgia, negara asal Luzmo, hanya memiliki peluang 3,4% untuk memenangkan trofi.
Baca Juga: Bisakah Tuan Rumah Jerman Jadi Juara Euro 2024? Inggris dan Perancis Jadi Unggulan
"Model itu sendiri pada dasarnya simulator pertandingan yang melihat hal-hal seperti peringkat menyerang tim, peringkat bertahan, kemudian memerhitungkan target potensial dan target yang diharapkan sebelum membandingkannya dengan tim lain untuk mendapatkan hasil akhir," kata Haroen Vermylen, CTO Luzmo, kepada The Register.
Lihat Juga :