alexametrics

28 Provinsi Berebut Kuota 65 Tiket Cabor Golf di PON XX 2020

loading...
28 Provinsi Berebut Kuota 65 Tiket Cabor Golf di PON XX 2020
28 Provinsi Berebut Kuota 65 Tiket Cabor Golf di PON XX 2020 /Andryanto Wisnuwidodo/SINDONEWS
A+ A-
JAKARTA - PB Persatuan Golf Indonesia (PGI) menetapkan kuota 72 pegolf yang berhak tampil di cabang olahraga golf dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. Dari 72 pegolf tersebut, 65 tiket akan diperebutkan para pegolf dalam Pra PON golf di Gowa, Sulawesi Selatan. Sedangkan 7 kuota tersisa milik tuan rumah Papua yang langsung tampil di PON 2020.

Kuota 65 tiket yag dipertandingkan di Pra PON akan diperebutkan oleh para pegolf dari 28 Provinsi. Pra PON golf akan digelar di Padi Valley Golf Club, Gowa, Sulawesi Selatan, pada 30-31 Juli 2019. Tiap daerah dapat mengirimkan empat pegolf putra dan tiga putri ke Pra PON golf mendatang. ’’Kuota Pra Pon sebanyak 65 pemain putra dan putri. Kami mengharapkan pemenangnya yang terbaik dari setiap provinsi,’’Sekjen PB PGI Anthony Chandra di Jakarta.

Dia menjelaskan, penunjukan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Pra PON golf bisa membawa efek positif bagi perkembangan olahraga golf di daerah.’’Kami berharap digelarnya Pra PON di daerah bisa menumbuhkan minat dan meningkatkan prestasi atlet golf di daerah,’’kata Anthony yang juga menjadi Technical Delegate PON XX 2020.



Dari total 72 pegolf yang berhak tampil di PON XX 2020, mereka akan memperebutkan 5 medali emas. Lima medali emas itu akan terbagi untuk tunggal dan beregu putra, tunggal dan beregu putri serta campuran.

Tuan rumah Papua pun saat ini sedang mengebut penyelesaian renovasi venue lapangan golf di Klub Golf Rimba di Mimika yang akan dipakai untuk PON XX.’’Sampai saat ini lapangan golf di Papua masih dalam perbaikan untuk memenuhi standar yang diberikan Technical Delegate,’’ungkap Anthony.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak