Preview PSG vs Bayern Muenchen: Perang Bintang!
Minggu, 23 Agustus 2020 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Bayern, yang mengalahkan Barcelona 8-2 di perempat final. Pasukan Hansi Flick telah membukukan rekor tertinggi baru untuk gol yang dicetak dalam satu kampanye Liga Champions sejak format babak penyisihan grup kedua digantikan babak 16 besar, dengan mencatatkan rekor rasio 4,2 gol per pertandingan. Hanya Barcelona pada 1999/2000 yang mencetak lebih banyak dalam satu musim (45 gol) yang telah memainkan 16 pertandingan pada musim itu.
"Paris adalah tim hebat, mereka berjuang menuju semifinal dan kemudian mencapai final. Kami akan menganalisis beberapa hal, kami tahu mereka memiliki pemain yang cepat. Kami akan mengatur pertahanan kami," kata Flick. (Baca juga: Polisi Cabut Larangan Penggemar Kenakan Atribut PSG di Pusat Kota Marseille ).
Bayern mengandalkan kiper Manuel Neuer di lini pertahanan terakhir. Kapten dan penjaga gawang Jerman itu tampil luar biasa sepanjang musim. Sedangkan di lini pertahanan, pulihnya Benjamin Pavard menjadi angin segara. Jika bek Prancis itu kembali ke bek kanan, Joshua Kimmich bisa memulai di lini tengah berpasangan dengan Leon Goretzka.
Menempatkan Pavard di bek kanan akan membuat pertahanan Bayern lebih stabil melawan PSG, terutama mengingat Neymar akan menyerang di posisi sayap. Sedangkan Kimmich dan Goretzka cocok untuk melawan gelandang PSG Marco Verratti, yang mungkin salah satu gelandang terbaik di dunia. Lini depan Bayern yang mengandalkan Ivan Perisic, Robert Lewandowski, dan Serge Gnabry bisa jadi ancaman berbahaya bagi pertahanan PSG.
PSG mencapai final kompetisi Eropa besar ketiga mereka, sebelumnya Les Parisien melakukannya di Piala Winners 1995/96 dan 1996/97, memenangkan pertandingan pertama melawan SK Rapid Wien 1-0 dan kalah 0-1 dari Barcelona.
PSG merupakan tim Prancis kelima yang mencapai final Piala Eropa/Liga Champions, dan yang pertama sejak AS Monaco pada 2004. Hanya satu dari empat tim sebelumnya yang menang, dengan Marseille menang 1-0 melawan AC Milan di final Liga Champions 1993.
"Paris adalah tim hebat, mereka berjuang menuju semifinal dan kemudian mencapai final. Kami akan menganalisis beberapa hal, kami tahu mereka memiliki pemain yang cepat. Kami akan mengatur pertahanan kami," kata Flick. (Baca juga: Polisi Cabut Larangan Penggemar Kenakan Atribut PSG di Pusat Kota Marseille ).
Bayern mengandalkan kiper Manuel Neuer di lini pertahanan terakhir. Kapten dan penjaga gawang Jerman itu tampil luar biasa sepanjang musim. Sedangkan di lini pertahanan, pulihnya Benjamin Pavard menjadi angin segara. Jika bek Prancis itu kembali ke bek kanan, Joshua Kimmich bisa memulai di lini tengah berpasangan dengan Leon Goretzka.
Menempatkan Pavard di bek kanan akan membuat pertahanan Bayern lebih stabil melawan PSG, terutama mengingat Neymar akan menyerang di posisi sayap. Sedangkan Kimmich dan Goretzka cocok untuk melawan gelandang PSG Marco Verratti, yang mungkin salah satu gelandang terbaik di dunia. Lini depan Bayern yang mengandalkan Ivan Perisic, Robert Lewandowski, dan Serge Gnabry bisa jadi ancaman berbahaya bagi pertahanan PSG.
PSG mencapai final kompetisi Eropa besar ketiga mereka, sebelumnya Les Parisien melakukannya di Piala Winners 1995/96 dan 1996/97, memenangkan pertandingan pertama melawan SK Rapid Wien 1-0 dan kalah 0-1 dari Barcelona.
PSG merupakan tim Prancis kelima yang mencapai final Piala Eropa/Liga Champions, dan yang pertama sejak AS Monaco pada 2004. Hanya satu dari empat tim sebelumnya yang menang, dengan Marseille menang 1-0 melawan AC Milan di final Liga Champions 1993.
Lihat Juga :