George Foreman, Kolektor Mobil Klasik yang Garang di Ring
Minggu, 14 Juli 2024 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Khusus VW Super Beetle 1978 favoritnya dijual seharga 26.750 dollar AS atau senilai Rp435 juta. “Saya sangat menyukai mobil itu. Tapi, saya hanya menutup mata dan membiarkan semuanya pergi,” kata Foreman.
Foreman mengaku tidak kekurangan uang atau dalam kondisi kesehatan yang buruk. Ia memutuskan untuk melelang mobil-mobil yang disimpan di dalam garasi besar seluas 4.876 meter persegi itu karena ingin pindah dari rumahnya di Houston.
Bahkan saat ingin melepas koleksinya, Foreman menjelaskan bahwa istrinya selama hampir 40 tahun, Joan masih setia membersihkan garasi. Sang istri juga menawarkan untuk mencari tempat penyimpanan yang layak untuk mobil-mobil itu saat mereka pindah.
Foreman mulai berinvestasi via mobil sejak 1990 atau empat tahun sebelum ia mengalahkan Michael Moorer. Pertarungan itu membuat Foreman merebut kembali sabuk juara kelas berat hampir 20 tahun setelah ia kehilangan gelar tersebut karena kalah dengan Muhammad Ali dalam sesi “Rumble in the Jungle” yang terkenal.
Keputusan pindah dan menjual mobilnya murni karena ia ingin dekat ketika mengunjungi 16 cucunya. Ia juga masih menjaga vitalitasnya dengan menunggang kuda sambil mengurus peternakannya di Marshall, Texas.
“Saya jatuh cinta dengan mobil-mobil itu. Saya hanya menikmatinya. Pada satu tahap, saya menginginkan mobil tercepat. Saya mengendarai Mercedes, dan sebuah mobil melewati saya dengan sangat cepat, jadi saya meng-upgrade Mercedes agar tidak ada yang bisa melakukannya lagi. Ternyata, seseorang melakukannya lagi. Jadi saya membeli yang lain,” ucap Foreman.
Baca Juga: Profil 12 Anak Petinju Legendaris George Foreman
Ia juga mengingat keinginan membeli Ferrari F40 dan Ferrari Testarossa dengan asumsi mobil tersebut tercepat di jalanan. Tentu saja, Rolls Royce dan Bentley bergabung dengan koleksi itu, bersama dengan serangkaian mobil klasik dari tahun 1950-an yang diperbaiki dan ditingkatkan spesifikasinya oleh Foreman sendiri.
Foreman mengaku tidak kekurangan uang atau dalam kondisi kesehatan yang buruk. Ia memutuskan untuk melelang mobil-mobil yang disimpan di dalam garasi besar seluas 4.876 meter persegi itu karena ingin pindah dari rumahnya di Houston.
Bahkan saat ingin melepas koleksinya, Foreman menjelaskan bahwa istrinya selama hampir 40 tahun, Joan masih setia membersihkan garasi. Sang istri juga menawarkan untuk mencari tempat penyimpanan yang layak untuk mobil-mobil itu saat mereka pindah.
Foreman mulai berinvestasi via mobil sejak 1990 atau empat tahun sebelum ia mengalahkan Michael Moorer. Pertarungan itu membuat Foreman merebut kembali sabuk juara kelas berat hampir 20 tahun setelah ia kehilangan gelar tersebut karena kalah dengan Muhammad Ali dalam sesi “Rumble in the Jungle” yang terkenal.
Keputusan pindah dan menjual mobilnya murni karena ia ingin dekat ketika mengunjungi 16 cucunya. Ia juga masih menjaga vitalitasnya dengan menunggang kuda sambil mengurus peternakannya di Marshall, Texas.
“Saya jatuh cinta dengan mobil-mobil itu. Saya hanya menikmatinya. Pada satu tahap, saya menginginkan mobil tercepat. Saya mengendarai Mercedes, dan sebuah mobil melewati saya dengan sangat cepat, jadi saya meng-upgrade Mercedes agar tidak ada yang bisa melakukannya lagi. Ternyata, seseorang melakukannya lagi. Jadi saya membeli yang lain,” ucap Foreman.
Baca Juga: Profil 12 Anak Petinju Legendaris George Foreman
Ia juga mengingat keinginan membeli Ferrari F40 dan Ferrari Testarossa dengan asumsi mobil tersebut tercepat di jalanan. Tentu saja, Rolls Royce dan Bentley bergabung dengan koleksi itu, bersama dengan serangkaian mobil klasik dari tahun 1950-an yang diperbaiki dan ditingkatkan spesifikasinya oleh Foreman sendiri.
Lihat Juga :