Medali Olimpiade Gregoria Disebut Hasil Giveaway, Pelatih Tunggal Putri: Dia Tidak Terganggu
Selasa, 13 Agustus 2024 - 06:45 WIB
loading...
Medali Olimpiade Gregoria Disebut Hasil Giveaway. Foto: NOC Indonesia/Naif Muhammad Al’as/Canon Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Pelatih tunggal putri Indonesia, Herli Djaenudin, buka suara terkait anak didiknya, Gregoria Mariska Tunjung , yang dianggap meraih medali giveaway di Olimpiade Paris 2024. Ia menegaskan bahwa Gregoria sangat layak untuk mendapatkan medali di Olimpiade Paris 2024.
Pada ajang Olimpiade Paris 2024 , Gregoria sukses membuat sejarah dengan membawa pulang medali perunggu ke Tanah Air. Ini merupakan penantian selama 16 tahun untuk sektor tunggal putri Indonesia setelah terakhir ada Maria Kristin Yulianti yang merebut perunggu di Olimpiade Beijing 2008.
Sayangnya, pencapaian Gregoria itu sempat diremehkan, dengan menyebut medali yang diraih pemain asal Wonogiri itu didapat secara giveaway. Hal itu pun membuat banyak pihak merasa geram, termasuk para warganet Indonesia.
Baca Juga: 5 Momen Penting Atlet Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Herli selaku pelatih yang mendampingi Gregoria selama di Olimpiade Paris 2024 pun angkat suara tentang hal tersebut. Ia menilai pemain berusia 25 tahun tersebut sangat layak meraih medali setelah melewati berbagai perjuangan hingga jatuh bangun di lapangan.
"Kalau lihat perjuangan dia, dia sampai jatuh bangun, sampai berdarah-darah lututnya, di semifinal juga (An Se Young) enggak gampang ngalahin Grego, bahkan dia bisa berjuang sampai gim ketiga," ucap Herli saat dihubungi MNC Portal Indonesia via telepon, Senin (12/8/2024).
"Saya yang mendampingi langsung tahu bagaimana progresnya, tahu bagaimana dia berjuang. Karena semua itu, menurut saya dia layak mendapatkan medali. Karena dia main juga sudah luar biasa, sudah habis-habisan," tambahnya.
"Ya tolong diapresiasi juga, kasihan anaknya, dia sudah habis-habisan," sambung Herli.
Pada ajang Olimpiade Paris 2024 , Gregoria sukses membuat sejarah dengan membawa pulang medali perunggu ke Tanah Air. Ini merupakan penantian selama 16 tahun untuk sektor tunggal putri Indonesia setelah terakhir ada Maria Kristin Yulianti yang merebut perunggu di Olimpiade Beijing 2008.
Sayangnya, pencapaian Gregoria itu sempat diremehkan, dengan menyebut medali yang diraih pemain asal Wonogiri itu didapat secara giveaway. Hal itu pun membuat banyak pihak merasa geram, termasuk para warganet Indonesia.
Baca Juga: 5 Momen Penting Atlet Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Herli selaku pelatih yang mendampingi Gregoria selama di Olimpiade Paris 2024 pun angkat suara tentang hal tersebut. Ia menilai pemain berusia 25 tahun tersebut sangat layak meraih medali setelah melewati berbagai perjuangan hingga jatuh bangun di lapangan.
"Kalau lihat perjuangan dia, dia sampai jatuh bangun, sampai berdarah-darah lututnya, di semifinal juga (An Se Young) enggak gampang ngalahin Grego, bahkan dia bisa berjuang sampai gim ketiga," ucap Herli saat dihubungi MNC Portal Indonesia via telepon, Senin (12/8/2024).
"Saya yang mendampingi langsung tahu bagaimana progresnya, tahu bagaimana dia berjuang. Karena semua itu, menurut saya dia layak mendapatkan medali. Karena dia main juga sudah luar biasa, sudah habis-habisan," tambahnya.
"Ya tolong diapresiasi juga, kasihan anaknya, dia sudah habis-habisan," sambung Herli.
Lihat Juga :