Berdiri di Samping Menteri Olahraga Aljazair, Imane Khelif Pulang Disambut Bak Pahlawan
Selasa, 13 Agustus 2024 - 12:08 WIB
loading...
A
A
A
Ia dengan bangga menunjukkan medali emasnya kepada para pendukung yang menyambutnya di luar terminal bandara. Khelif juga berdiri bersama rekan satu timnya, merayakan keberhasilan Aljazair yang meraih dua medali emas dan satu medali perunggu di Olimpiade Paris.
"Saya ingin memberi tahu dunia bahwa mereka harus berkomitmen pada prinsip-prinsip Olimpiade dan tidak boleh menindas orang lain. Ini adalah pesan dari Olimpiade. Saya harap orang-orang berhenti melakukan perundungan. Kita berada di Olimpiade untuk berprestasi sebagai atlet, untuk keluarga kita. Saya harap tidak akan ada serangan serupa di masa mendatang.” kata Khelif.
Namun, kemenangan Khelif tidak lepas dari kontroversi. Donald Trump, dalam sebuah pidato di Montana, mengejek kemenangan Khelif dengan menyindir bahwa pria tidak seharusnya berpartisipasi dalam olahraga wanita. Trump bahkan merujuk pada Angela Carini, petinju Italia yang kalah dari Khelif dalam waktu singkat yakni 46 detik, dengan mengatakan bahwa Carini tidak pernah dipukul sekeras itu sebelumnya.
Di tengah sorotan tajam dan kritik, Khelif tetap teguh pada pendiriannya bahwa Olimpiade harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip sportivitas dan tidak boleh digunakan sebagai alat untuk menindas atau mengejek orang lain. Ia berharap bahwa serangan serupa tidak akan terjadi lagi di masa mendatang, dan bahwa atlet dapat berfokus pada prestasi olahraga mereka tanpa terganggu oleh isu-isu di luar ring.
"Saya ingin memberi tahu dunia bahwa mereka harus berkomitmen pada prinsip-prinsip Olimpiade dan tidak boleh menindas orang lain. Ini adalah pesan dari Olimpiade. Saya harap orang-orang berhenti melakukan perundungan. Kita berada di Olimpiade untuk berprestasi sebagai atlet, untuk keluarga kita. Saya harap tidak akan ada serangan serupa di masa mendatang.” kata Khelif.
Namun, kemenangan Khelif tidak lepas dari kontroversi. Donald Trump, dalam sebuah pidato di Montana, mengejek kemenangan Khelif dengan menyindir bahwa pria tidak seharusnya berpartisipasi dalam olahraga wanita. Trump bahkan merujuk pada Angela Carini, petinju Italia yang kalah dari Khelif dalam waktu singkat yakni 46 detik, dengan mengatakan bahwa Carini tidak pernah dipukul sekeras itu sebelumnya.
Di tengah sorotan tajam dan kritik, Khelif tetap teguh pada pendiriannya bahwa Olimpiade harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip sportivitas dan tidak boleh digunakan sebagai alat untuk menindas atau mengejek orang lain. Ia berharap bahwa serangan serupa tidak akan terjadi lagi di masa mendatang, dan bahwa atlet dapat berfokus pada prestasi olahraga mereka tanpa terganggu oleh isu-isu di luar ring.
(sto)
Lihat Juga :